Home / Pemerintahan / Dinas PPO Minta Kepala SDN Munting Renggeng Pecat Oknum Guru Cabul
Bernadus Dandur. (kitaindonesia.com/itho umar)

Dinas PPO Minta Kepala SDN Munting Renggeng Pecat Oknum Guru Cabul

Labuan Bajo (KitaIndonesia.Com) – Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan dan Olahraga Kabupaten Manggarai Barat, Bernadus Dandur, mengambil tindakan tegas terhadap RH, oknum guru cabul di SDN Munting Renggeng, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Menurut dia, pelecehan seksual yang dilakukan RH terhadap ASP (8), siswi Kelas IV SDN Munting Renggeng, telah mencoreng dunia pendidikan. Karena itu, pihaknya akan memerintahkan kepala SDN Munting Renggeng untuk memecat sekaligus mencabut Surat Keputusan (SK) terkait pengangkatan RH sebagai guru komite di sekolah tersebut.

“Satu dua hari ke depan saya akan mengirim surat kepada kepala SDN Munting Renggeng, agar mencabut SK yang bersangkutan (RH, red),” ujar Bernadus, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (5/11/2019).

Selain diberhentikan dari guru komite, Bernadus berharap agar oknum guru cabul ini mendapatkan hukuman yang berat. Ini penting untuk memberikan efek jera, sehingga kasus seperti itu tidak terulang lagi di kemudian hari.

“Itu perilaku yang tidak dapat dibenarkan secara akal sehat. Dia selaku guru, semestinya memberikan teladan yang baik kepada masyarakat umum, bukan malah mencela seperti ini,” tandas Bernadus.

Diberitakan sebelumnya, RH melakukan pelecehan seksual terhadap ASP, siswi Kelas IV SDN Munting Renggeng, sejak tahun 2018 lalu atau ketika ASP duduk di kelas III. Sebanyak enam kali RH melakukan tindakan pelecehan seksual terhadap ASP selama duduk di kelas III.

Sementara ketika ASP duduk di kelas IV, hampir setiap hari ia menjadi budak seks RH. Pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum guru tersebut adalah dengan cara meraba alat vital korban, memasukan alat vital pelaku ke mulut korban, serta beberapa tindakan tak senonoh lainnya.

ASP tak berdaya ketika pelaku mengancam akan membunuhnya dan keluarga apabila ASP membuka aib tersebut. Namun kasus ini mulai terungkap ketika KJ, ibu korban, mencurigai adanya perubahan sikap putri tunggalnya itu. ASP yang dulunya periang dan rajin, menjadi sangat kaku dan seperti tertekan.

ASP bahkan tidak pernah mau makan ketika pulang sekolah. Setiap pulang sekolah, ASP selalu muntah. ASP bahkan merengek agar dicarikan buah jambu atau buah nanas.

KJ dan keluarga kemudian mengetahui aksi bejat RH terhadap ASP, pada September 2019. Sejak itu, pihak keluarga pelaku terus berupaya menggagalkan niat keluarga ASP untuk melaporkan kasus tersebut ke polisi. Hingga akhirnya, Senin (4/11/2019), kasus ini resmi dilaporkan ke Polres Manggarai Barat, di Labuan Bajo. (KI21)

Check Also

Punya Karakter Berbeda, Ini Kemampuan yang Mesti Dimiliki Guru Generasi Alpha

Raja Ampat (KitaIndonesia.Com) – Setiap generasi punya ciri dan karakteristik yang berbeda. Banyak orang mungkin …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *