Home / Nusantara / Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Mabar Buat Sendiri Cairan Disinfektan
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Mabar, Theresia Primadona Asmon (bertopi) di sela-sela pembuatan cairan disinfektan bersama tim. (istimewa)

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Mabar Buat Sendiri Cairan Disinfektan

Labuan Bajo (KitaIndonesia.Com) – Penyebaran virus corona jenis baru atau Covid-19 terus mengkhawatirkan. Berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah Indonesia, ternyata belum cukup untuk memenangkan ‘perang’ melawan virus mematikan ini.

Buktinya, virus corona terus menyebar di hampir semua daerah di Tanah Air. Bahkan data terbaru, 686 orang dinyatakan positif Covid-19 di Indonesia. Dari jumlah tersebut, 55 orang meninggal dunia dan 30 orang dinyatakan sembuh.

Di tengah semakin mengganasnya sebaran virus corona, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, terus bekerja keras untuk menghentikan penyebarannya. Seperti dilakukan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagai salah satu tim sanitasi untuk pencegahan Covid-19, yang membuat sendiri cairan disinfektan.

Menurut Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Manggarai Barat, Theresia Primadona Asmon, cairan disinfektan hasil olahan sendiri tersebut akan dimanfaatkan untuk penyemprotan seluruh Gereja dan Masjid dalam Kota Labuan Bajo. Ini sebagai upaya untuk mencegah meluasnya penyebaran virus corona di ujung barat Pulau Flores itu.

“Kami membuat sendiri cairan disinfektan. Bahannya cukup dari air dan cairan pemutih pakaian (Bayclin), dengan takaran 1 liter pemutih pakaian berbanding 9 atau 10 liter air,” jelas Theresia Primadona Asmon, yang akrab disapa Ney Asmon, di sela-sela kegiatan tersebut, di Labuan Bajo, Selasa (24/3/2020).

Menurut dia, Bayclin digunakan karena mengandung Natrium Hipoklori (NaOCl) sebesar 5,2 persen. Garam NaOCl tersebut memiliki sifat basa yang sangat kuat, karena terbentuk dari HOCl dan NaOH. Selain NaOCl, Bayclin juga mengandung hidrogen peroksida, sodium perborat serta sodium perkarbonat.

“Kami targetkan cairan disinfektan ini untuk disemprot ke seluruh Gereja dan Masjid dalam Kota Labuan Bajo. Hari ini baru selesai di dua Gereja, yakni Gereja Roh Kudus dan Gereja Wae Kesambi, serta Masjid Wae mata. Kita akan lanjutkan dua hari lagi,” papar Ney Asmon.

Selain membuat cairan disinfektan, demikian alumni IPB Bogor ini, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Manggarai Barat juga membagikan sabun cair dan wadah cuci tangan.

“Wadah cuci tangan ini terbuat dari peralatan sederhana yang juga dirancang sendiri oleh teman-teman. Sekaligus kita memberikan edukasi bagaimana cara mencegah Covid-19,” pungkas Ney Asmon. (KI4)

Check Also

Enam Napi Rutan Negara Dipindahkan ke Lapas Karangasem

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Sebanyak enam narapidana (Napi) kasus pidana umum di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *