Home / Hukum / Diberhentikan Gara-gara Laporkan Pengunjung Bawa Senpi, Karyawan Somasi Omnia Day Club
Dominikus Dapa Goda dan Denny Suyatna. (kitaindonesia.com/san edison)

Diberhentikan Gara-gara Laporkan Pengunjung Bawa Senpi, Karyawan Somasi Omnia Day Club

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Dua karyawan Omnia Day Club Uluwatu, Kabupaten Badung, Bali, melayangkan somasi kepada pimpinan perusahaan itu. Pasalnya, manajemen Omnia Day Club Bali memutuskan memberhentikan kedua karyawan ini secara sepihak, justru karena menjalankan aturan keamanan di perusahaan tersebut.

Adalah Denny Suyatna dan Dominikus Dapa Godha, kedua karyawan yang diberhentikan dari pekerjaannya oleh manajemen Omnia Day Club Bali. Padahal, keduanya sudah cukup lama mengabdi sebagai pekerja di Omnia Day Club Bali.

Denny diberhentikan sebagai karyawan PT Bakti Artha Sejahtera Unit Omnia Day Club, yang saat itu menjabat sebagai kepala keamanan (security) Omnia Day Club Bali. Adapun rekannya, Dominikus, yang turut diberhentikan, saat itu menjabat sebagai asisten supervisor.

Yang mengejutkan, Denny dan Dominikus diberhentikan justru karena melaksanakan aturan perusahaan, khususnya terkait keamanan. Salah satu peraturan keamanan di Omnia Day Club Bali adalah pengunjung maupun karyawan tidak diperkenankan membawa senjata api (Senpi).

Masalah ini pun dibeberkan oleh Denny dan Dominikus, kepada wartawan di Denpasar, Rabu (4/12/2019). Keduanya merasa dikorbankan karena keputusan perusahaan yang tidak bisa diterima akal sehat.

Denny menjelaskan, pada tanggal 2 November 2019 sekitar Pukul 20.40 Wita, dirinya bersama Dominikus melihat salah satu pengunjung membawa senjata api jenis pistol. Ketika itu, pengunjung tersebut berbincang-bincang dengan Lucky, salah satu pimpinan unit keamanan K9 di Omnia Day Club Bali.

“Ketika itu, pengunjung tersebut bersama Pak Lucky berbincang sambil minum di depan mainbar. Di pinggang pengunjung tersebut, kami melihat dengan jelas benda yang dibawa pengunjung adalah senjata api jenis pistol,” papar Denny, yang didampingi Dominikus.

Sesuai aturan di Omnia Day Club, lanjut dia, maka hal tersebut merupakan sebuah pelanggaran. Atas dasar itu, Denny mencoba mencari tahu hal tersebut kepada Lucky sekaligus meminta agar pengunjung yang membawa senjata api tersebut dapat menyerahkan senjata dimaksud kepada kepala satuan keamanan, dalam hal ini Denny sendiri, untuk disimpan sampai yang bersangkutan pulang.

“Saat bertemu Pak Lucky, saya menanyakan apakah benar teman dari Pak Lucky membawa senjata api. Ketika itu, Pak Lucky menjawab bahwa memang benar (ada senjata api) dan pengunjung tersebut adalah adiknya,” jelas Denny, yang selanjutnya meminta agar senjata api tersebut diamankan sementara.

Hanya saja, permintaan Denny ternyata tidak diterima oleh Lucky. Menurut Lucky, demikian Denny, senjata api jenis pistol tersebut sudah diketahui oleh Direktur Security Omnia Day Club Bali, Larry Newel.

Karena permintaan tersebut tak diindahkan Lucky, Denny memilih kembali bekerja seperti biasa. Namun sekitar Pukul 21.40 Wita, Lucky masuk ke ruang kerja Denny sambil marah – marah. Namun, Dominikus yang kebetulan ada di lokasi, langsung menenangkan Lucky.

Setelah kembali tenang, Lucky menuju parkiran untuk pulang. Akan tetapi setelah mobilnya berjalan beberapa meter dari parkiran, tiba-tiba mobilnya berhenti. Melihat kejadian tersebut, Dominikus langsung mendatangi Lucky, dengan maksud untuk menolong karena khawatir terjadi sesuatu.

BACA JUGA:   Sidang Kasus Meninggalnya Bayi di TPA, JPU Salah Terapkan Pasal

“Tetapi Pak Lucky malah ke luar dari mobil sambil memegang senjata api jenis pistol. Namun dengan sigap, rekan kami, Dominikus memegang tangan Pak Lucky sambil memeluknya sehingga mengurungkan niat untuk menembak,” kata Denny.

Singkat cerita, sesuai aturan yang ada, Denny selaku kepala keamanan membuat laporan tertulis terkait kejadian ini. Baik tentang pengunjung yang membawa senjata api, maupun sikap tidak menyenangkan dari Lucky. Laporan disampaikan kepada Pimpinan SGA PT Bakti Artha Reksa Sejahtera.

Ironisnya, demikian Denny, Direktur Security Omnia Day Club Bali Larry Newel justru tidak menerima laporan tersebut. Ia malah memanggil dan memaksa Denny dan Dominikus, yang intinya bahwa laporan yang telah dibuat tidak benar. Karena menolak hal itu, Larry Newel memerintahkan Denny dan Dominikus untuk tidak lagi bekerja di Omnia Day Club Bali.

“Jujur, kami merasa diberhentikan secara tidak wajar. Kami justru menjalankan apa yang sudah menjadi aturan keamanan di Omnia Day Club Bali,” ungkap Denny.

“Apa yang dilakukan oleh Omnia Day Club Bali ini jelas sangat merugikan kami. Bertahun – tahun kami mengabdi, lalu kami diberhentikan karena kami menjalankan aturan yang ada. Kami punya istri, anak. Mereka makan dan sekolah dari hasil pekerjaan kami. Kalau sekarang kami diberhentikan, bagaimana nasib istri dan anak kami?” keluh Denny.

Karena merasa tidak adil dan dirugikan dalam peristiwa ini, Denny dan Dominikus melayangkan somasi kepada Direktur Security Omnia Day Club Bali Larry Newel. Somasi dilayangkan Denny dan Dominikus melalui kuasa hukum keduanya, Drs Anak Agung Gede Sekar, SH, MH, dan Kaspar Gambar, dari Kantor Hukum Kaspar Gambar & Associates.

“Ya, benar. Somasi pertama kami kirimkan pada tanggal 27 November 2019 lalu. Dan sampai saat ini, kami belum menerima jawaban dari pihak Omnia Day Club Bali,” ujar Kaspar Gambar, yang dikonfirmasi terpisah.

Pihaknya berencana dalam waktu dekat akan melayangkan somasi kedua. Jika somasi tersebut kembali tidak diiindahkan, pihaknya akan menempuh jalur hukum, baik secara pidana maupun perdata.

“Kami tetap membuka kesempatan kepada pihak Omnia Day Club Bali untuk membicarakan masalah ini secara kekeluargaan. Karena biar bagaimana pun, kedua klien kami telah lama mengabdi sebagai karyawan di Omnia Day Club Bali,” ujar Kaspar Gambar.

Sementara itu pihak Omnia Day Club Bali yang dikonfirmasi terkait hal ini, Rabu (4/12/2019), belum memberikan komentar. Ayu Ekawati, HRD Omnia Day Club Bali, yang sempat dihubungi melalui saluran telepon dan diminta konfirmasi, mengaku akan ada pihak legal yang akan berkomentar terkait hal ini.

“Ada bagian legal kami yang akan menanggapi. Ditunggu ya pak,” jawab Ayu, melalui pesan WhatsApp. (KI4)

Check Also

Korban Sampan Terbalik di Perairan Pantai Cucukan Ditemukan Tak Bernyawa

Gianyar (KitaIndonesia.Com) – Seorang pria bernama Apro Yosi Prasetio (30) meninggal dunia setelah sampan yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *