Home / Pariwisata / Developer Klaim Miliki Pantai Pribadi di Tabanan, Parta Meradang
I Nyoman Parta (Istimewa)

Developer Klaim Miliki Pantai Pribadi di Tabanan, Parta Meradang

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Salah satu developer terkemuka mengklaim memiliki pantai pribadi di Bali. Pengembang ini mengaku memiliki pantai sepanjang 1 km di dekat objek wisata Tanah Lot, Tabanan, lokasi pembangunan villa.

Hal ini terungkap dalam iklan developer tersebut, sebagaimana dilansir Lamudi. Dalam iklannya yang menyita perhatian publik Bali itu, developer tersebut menjual harga villa mewah miliknya seharga Rp 1,5 miliar per unit.

Guna menarik minat pembeli, sang pengembang menyertakan beberapa fasilitas elit yang disediakan. Salah satunya, pantai pribadi sepanjang 1 km.

Hal ini pun menuai reaksi keras anggota DPR RI Dapil Bali I Nyoman Parta. Menurut mantan ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bali ini, klaim developer tersebut mengindikasikan bahwa pemerintah tidak tegas memberikan arahan saat memberikan izin kepada pengembang.

“Kepada pemerintah kabupaten dan kota se-Bali harus tegas menyampaikan saat pemberian izin, bahwa pantai, sungai, gunung hanya berfungsi sebagai pemandangan. Tidak untuk dikuasai secara pribadi, tetapi untuk dinikmati publik,” tegas Parta, melalui jaringan telepon, dari Jakarta, Jumat (11/10).

Khusus untuk Pemkab Tabanan, politikus PDIP asal Guwang, Sukawati ini meminta agar memperhatikan masalah yang ada. Pemkab Tabanan harus menegur developer yang mengklaim pantai tersebut sebagai milik pribadi.

“Tidak boleh sejengkalpun sungai, pantai, gunung, menjadi milik pribadi. Karena ketiga tempat itu ada kaitannya dengan cara beragama orang Bali,” tandas Parta.

Ia bahkan menuding, ada niat tidak baik dari pengembang terkait klaim pantai sepanjang 1 km itu sebagai milik pribadi. Salah satunya, meninggalkan masalah antara masyarakat adat dengan pembeli di kemudian hari.

“Tidak perlu ditafsirkan lagi. Sudah terang – benderang bahwa mereka yang membeli, apalagi orang asing, akan berkesimpulan mereka membeli sampai pantainya. Selanjutnya, pengembangnya pergi dengan untung yang besar, lalu rakyat dan masyarakat adat yang akan berantem dengan pembeli,” ujar Parta. (KI5)

Check Also

Ketua PHRI Badung Minta Pelaku Pariwisata Dukung Kebijakan Pemerintah dalam Penanggulangan Covid

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Pandemi Covid-19 yang berlangsung kurang lebih 1,5 tahun telah memporak-porandakan kondisi pariwisata …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *