Home / Ekonomi / Destinasi Super Premium, Fesyen dan Kriya Jadi Kekuatan Ekonomi Masyarakat
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat, Augustinus Rinus. (kitaindonesia/m susanto)

Destinasi Super Premium, Fesyen dan Kriya Jadi Kekuatan Ekonomi Masyarakat

Labuan Bajo (KitaIndonesia.Com) – Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat, Augustinus Rinus, mengatakan, Kabupaten Manggarai Barat memiliki potensi yang besar untuk pengembangan fesyen dan kriya. Bahkan potensi ini diakuinya akan menjadi salah satu kekuatan ekonomi masyarakat di tengah pengembangan Labuan Bajo sebagai destinasi super premium.

Hal ini disampaikan Augustinus Rinus di sela-sela even “Aksilarasi Fesyen Manggarai Barat 2020”, yang diselenggarakan di Pondok Mai Ceng’go Labuan Bajo, Kamis (3/12/2020). Even yang digelar oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/ Baparekraf) melalui Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Direktorat Industri Kreatif Fesyen, Desain dan Kuliner ini memamerkan hasil pendampingan Kemenparekraf/ Baparekraf terhadap 21 orang pelaku ekonomi kreatif di Manggarai Barat.

Augustinus Rinus memaparkan, jumlah penduduk Manggarai Barat saat ini mencapai 274 ribu lebih jiwa. Dari jumlah ini, 170 ribu lebih penduduk usia produktif atau setara dengan 62 persen dari penduduk total.

“Potensinya luar biasa. Tapi 60 persen penduduk di sini berizasah SD. 80 persen bekerja di sektor pertanian. Wilayah ini ditetapkan satu dari lima destinasi super prioritas. Butuh perhatian besar untuk masyarakat, dalam hal ini peningkatan kapasitas dan pembangunan SDM. Yang harus diingat, 84 persen aktivitas kepariwisataan dibangun swasta yang menghasilkan Rp3,4 triliun Poduk Domestik Bruto,” bebernya.

Menurut Augustinus Rinus, fesyen dan kriya Manggarai Barat merupakan salah satu kekuatan yang belum diangkat seperti yang dilahirkan dalam bentuk produk seperti saat ini.

“Ini adalah hal luar biasa. Kami akan dorong, mewajibkan produk lokal dipakai oleh stakeholder di Manggarai Barat. Ini menjadi syarat utama orang menanamkan modal di sini. Ini untuk mengangkat produk lokal masyarakat. Community base ini yang kita kedepankan. Pemberdayaan ekonomi rakyat melalui fesyen dan kriya menjadi pemberdayaan dan eksistensi kita,” ujarnya. 

Ia pun mengapresiasi Kemenparekraf/ Baparekraf yang telah melakukan pendampingan terhadap para pelaku ekonomi kreatif di Manggarai Barat, sekaligus menggelar even ini. Augustinus Rinus optimistis, fesyen dan kriya akan menjadi salah satu kekuatan ekonomi masyarakat Manggarai Barat ke depan.

Hal tak jauh berbeda dilontarkan Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian dan UMKM Kabupaten Manggarai Barat, Fransiskus X Sukur. Ia mengapresiasi kegiatan Kemenparekraf/ Baparekraf yang telah membangkitkan perekonomian Manggarai Barat. Ia berharap, pendampingan akanbterus dilakukan untuk meningkatkan SDM para pengrajin di Bumi Komodo itu.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Kemenparekraf/ Baparekraf yang telah menginisiasi kegiatan yang membangkitkan ekonomi kreatif ini. Fokus kita sekarang adalah SDM pengrajin yang perlu untuk terus ditingkatkan,” tuturnya. (KI-01)

Check Also

Plataran Indonesia Siap Manjakan Mitra dengan Plataran Malayeka Phinisi di Laut Flores

Labuan Bajo (KitaIndonesia.Com) – Plataran Indonesia terus berkreasi untuk memaksimalkan pelayanan bagi mitra maupun tamunya. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *