Home / Peristiwa / Nasional / Dermaga Niaga Batal Dibangun di Bari, Masyarakat Macang Pacar: Kami Korban PHP
Koordinator Umum Aksi Gerakan Masyarakat Peduli Pelabuhan Bari, Ladys Jeharun, saat orasi di depan Kantor Bupati Manggarai Barat. (kitaindonesia.com/m susanto)

Dermaga Niaga Batal Dibangun di Bari, Masyarakat Macang Pacar: Kami Korban PHP

Labuan Bajo (KitaIndonesia.Com) – Masyarakat Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) merasa telah diberi harapan palsu oleh pemerintah. Maklum, sejak tahun 2012, masyarakat setempat sudah bermimpi indah tentang hadirnya dermaga niaga di daerah itu, tepatnya di Liwuliang, Desa Bari, Macang Pacar.

Tak berlebihan mereka bermimpi besar. Sebab pembangunan dermaga ini bahkan sudah diatur dalam Perda Kabupaten Manggarai Barat Nomor 9 Tahun 2012 Tentang Tata Ruang Wilayah Kabupaten Manggarai Barat Tahun 2012-2032. Bukan itu saja, sebab hasil kajian teknis Kementerian Perhubungan RI melalui PT Adhi Karya, pada prinsipnya merekomendasikan Liwuliang, Bari sebagai lokasi ideal pembangunan dermaga niaga.

Sayangnya, mimpi indah tersebut buyar di awal tahun 2020 ini. Lokasi pembangunan dermaga niaga tak lagi di Liwuliang, Bari namun justru dipindahkan ke Menjerite, Rangko, Kecamatan Boleng, Manggarai Barat. Bahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah meninjau langsung lokasi pembangunan dermaga niaga baru tersebut.

Kondisi ini membuat puluhan masyarakat Macang Pacar yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Peduli Pelabuhan Bari (GMPPB) melakukan unjuk rasa di Labuan Bajo, Senin (20/1/2020). Unjuk rasa yang waktunya hampir bersamaan dengan jadwal Presiden Jokowi meninjau lokasi pembangunan dermaga niaga di Menjerite, Rangko itu menyasar Kantor Bupati Manggarai Barat dan Gedung DPRD Kabupaten Manggarai Barat.

“Di saat masyarakat kami yang sejak lama terisolasi mulai menaruh mimpi tentang kemajuan, justru lokasi pembangunan dermaga niaga ini dipindahkan. Masyarakat kami hanya di-PHP. Ini sungguh menyakitkan kami,” kata Koordinator Umum Aksi GMPPB, Ladys Jeharun, dalam orasinya di depan Kantor Bupati Manggarai Barat.

Hal hampir serupa kembali disampaikan Ladys, saat dialog perwakilan GMPPB dengan Wakil Bupati Manggarai Barat Maria Geong dan jajaran. Menurut dia, dari hasil kajian teknis hingga Perda, lokasi pembangunan dermaga niaga sesungguhnya sudah final di Liwuliang, Bari.

“Bahkan dalam banyak kesempatan, Bapak Bupati Manggarai Barat (Agustinus Ch Dula) selalu menyampaikan bahwa dermaga itu dibangun di Bari. Tetapi semua itu ternyata bohong,” tegas Ladys.

Ia pun mempertanyakan alasan pemindahan lokasi pembangunan dermaga niaga ini dari Liwuliang, Bari ke Menjerite, Rangko. Pasalnya, selama ini tidak ada sosialisasi terkait pemindahan lokasi ini. Bahkan Perda Kabupaten Manggarai Barat Nomor 9 Tahun 2012 Tentang Tata Ruang Wilayah Kabupaten Manggarai Barat Tahun 2012-2032, juga belum direvisi.

“Jadi substansi aspirasi kami adalah, pembangunan dermaga niaga ini seharusnya di Liwuliang, Bari sebagaimana amanat Perda Tata Ruang. Pemerintah yang membuat Perda, tetapi malah pemerintah sendiri yang melanggar. Apakah Perda ini sudah direvisi? Sejauh yang kami tahu, Perda ini belum direvisi,” tutur Ladys.

Hal tak jauh berbeda dilontarkan perwakilan masyarakat Macang Pacar, Erik Muha, dalam dialog tersebut. Ia mengaku kecewa, karena pemindahan lokasi pembangunan dermaga niaga ini justru tanpa didahului sosialisasi kepada masyarakat.

“Penetapan (lokasi dermaga di Bari) ini tahun 2012, lalu endingnya seperti ini. Kami di Macang Pacar hanya makan kebohongan saja,” tegas Erik.

Maria Geong: Tidak Ada Maksud Pemerintah Berbohong

Menanggapi aspirasi perwakilan massa pro Dermaga Bari ini, Wakil Bupati Manggarai Barat Maria Geong mengatakan bahwa tidak ada maksud pemerintah berbohong. Ia lalu menjelaskan secara gamblang ‘drama’ pemindahan lokasi pembangunan dermaga niaga ini.

“Tidak ada maksud (pemerintah) berbohong. Pembangunan yang akan kita laksanakan memang betul harus sesuai dengan Perda Nomor 9 Tahun 2012. Namun demikian, pembangunan kita berjalan sangat cepat karena tuntutan (pemerintah pusat). Tentu karena desakan inilah, maka ada pergeseran di sana sini,” jelasnya.

“Pergeseran itu antara lain perlu ada percepatan pembangunan Pelabuhan peti kemas, karena tidak mungkin lagi di Labuan Bajo. Karena itu dalam waktu yang sesingkat – singkatnya, kita cari alternatif, apalagi Marina sudah jalan maka peti kemas harus segera. Maka dibangun pembangunan peti kemas di Menjerite, Rangko,” imbuh Maria Geong.

Soal pembangunan dermaga di Bari, diakuinya sudah ada perencanaan. Bahkan pembangunan dermaga di Bari ini disebutnya sudah ada dalam Rencana Strategis (Renstra) Nasional.

“Informasi terakhir, bahwa Dermaga Liwuliang, Bari tetap akan dibangun karena sudah ada dalam Renstra Nasional. Bahkan nomor sudah ada. Itu untuk pelabuhan niaga, pariwisata dan perikanan. Karena sesuai perencanaan awal, di utara itu pusat produksi komoditi ekspor Manggarai Barat. Selama ini komoditi di utara banyak ke Reo dan Ruteng. Karena itu dibutuhkan alternatif, di Liwuliang, Bari,” papar Maria Geong. (KI4)

Check Also

Komnas HAM Panggil Pimpinan KPK dan BKN, Hendardi: Itu Mengada-ada

Jakarta (KitaIndonesia.Com) – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) memanggil pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *