Home / Nusantara / Dermaga Laboliang Batal Dibangun, Macang Pacar Kembali “Dianaktirikan”
Feliks Suwandri Medan. (istimewa)

Dermaga Laboliang Batal Dibangun, Macang Pacar Kembali “Dianaktirikan”

Jakarta (KitaIndonesia.Com) – Wilayah Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), merupakan salah satu daerah yang terisolir selama ini. Infrastruktur jalan ke wilayah itu, sangat jauh dari harapan. Bahkan sudah menjadi rahasia umum, Macang Pacar selalu “dianaktirikan” dalam urusan pembangunan, terutama infrastruktur jalan.

Harapan masyarakat Macang Pacar akan terbukanya isolasi ini mulai muncul, ketika pemerintah merencanakan pembangunan dermaga niaga, tepatnya di Laboliang, Desa Bari. Bahkan harapan itu hampir menjadi kenyataan, ketika proses pembangunan dermaga sudah sampai pada tahapan pembebasan lahan.

Sayangnya, asa merekah itu langsung melayu, ketika kabar mengejutkan menggelinding liar di media sosial. Pembangunan dermaga niaga di Laboliang dipindahkan ke Rangko, Kecamatan Boleng. Masyarakat Macang Pacar pun meradang, dan memprotes keras hal ini.

Aksi protes diawali oleh Forum Peduli Pembangunan Dermaga Laboliang, dengan mendatangi Camat Macang Pacar, di Bari, beberapa waktu lalu. Selanjutnya, gelombang protes terjadi di berbagai titik, termasuk oleh mahasiswa asal Macang Pacar di beberapa kota.

Setelah mahasiswa di Malang, giliran mahasiswa asal Macang Pacar di Jakarta juga melontarkan protes keras atas pemindahan lokasi pembangunan dermaga tersebut. Mereka berpandangan, pemindahan lokasi pembangunan dermaga ini sama dengan kembali “menganaktirikan” Macang Pacar.

“Kami menolak keras keputusan pemerintah memindahkan lokasi pembangunan dermaga dari Laboliang ke wilayah lain,” kata Feliks Suwandri Medan, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia Jakarta, kepada kitaindonesia.com, Selasa (17/12/2019).

Menurut dia, sudah bertahun-tahun masyarakat Macang Pacar merindukan pembangunan dermaga ini. Tetapi masyarakat dibuat resah dan kecewa, apalagi alasan pemindahan lokasi pembangunan dermaga tersebut sangat abu-abu.

“Kami melihat ini kebijakan pemerintah yang sepihak. Apalagi pemindahan lokasi pembangunan dermaga itu dilakukan secara diam-diam. Kami curiga, ada sesuatu di balik semua ini,” tandas Feliks Suwandri.

Mahasiswa asal Macang Pacar ini menambahkan, rencana pembangunan Dermaga Laboliang sesungguhnya sudah sejak lama digulirkan. Masyarakat bahkan menyambut gembira rencana ini, termasuk mendukung upaya pemerintah dalam hal pembebasan lahan.

“Masyarakat sudah dukung, bahkan sangat antusias. Tetapi diam-diam lokasi dipindahkan dari Laboliang. Ini jelas menjadi tanda tanya besar. Ada apa kok pemindahan dilakukan diam-diam?” tanya Feliks Suwandri.

Menurut dia, apa yang terjadi saat ini menjadi bukti bahwa Macang Pacar selalu “dianaktirikan” oleh pemerintah. Karena itu, demi keadilan, pihaknya mendesak pemerintah mempertimbangkan pemindahan lokasi pembangunan dermaga tersebut.

“Sekali lagi kami menolak keras rencana pemindahan lokasi pembangunan dermaga itu. Kami mendesak pemerintah untuk tetap merealisasikan pembangunan Dermaga Laboliang,” pungkas Feliks Suwandri. (KI4)

Check Also

Surat Konsulat Australia Membawa Harapan, Pelaku Pariwisata Minta Gubernur Bali Responsif

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Konsulat Australia di Bali melayangkan surat resmi yang ditujukan kepada Kadisparda Provinsi …

2 comments

  1. Saya rasa tulisan ini mengenai menolak keputusan pemerintah kab. Manggarai barat tentang dermaga labulian sangat sedikit kemungkinan untuk didengar pemerintah. Istilahnya hanya angin lalu.. kecuali seluruh mahasiswa macang pacar di mana pun mereka kuliah bersama-sama menghadap untuk menyampaikan menolak atas keputusan ini dihadapan bupati manggarai barat
    Bersama juga dengan pemerintah macang pacar….itu yang jos…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *