Home / Nusantara / Cium Bau Bangkai, Ternyata Jasad Tetangga Membusuk
Kartu identitas warga yang ditemukan meninggal di Labuan Bajo. (istimewa)

Cium Bau Bangkai, Ternyata Jasad Tetangga Membusuk

Labuan Bajo (KitaIndonesia.Com) – Warga di sekitar kawasan Padang SMIP, Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, dihebohkan dengan adanya bau bangkai, Jumat (29/5/2020) sejak pagi hari.

Semula, warga setempat tak terlalu memikirkan sumber bau tak sedap itu. Namun lantaran pada sore harinya bau tersebut semakin menjadi-jadi, beberapa warga pun memutuskan mencari sumbernya.

Betapa terkejutnya mereka, ketika mengetahui bahwa bau busuk tersebut ternyata bersumber dari jasad tetangga mereka yang sudah mulai membusuk.

“Saya mencium bau bangkai sejak jam 7 pagi. Sekitar jam 3 sore, baunya mulai menyengat,” tutur Gerry Daru, salah satu warga yang tinggal di sekitar TKP.

Tak hanya Gerry, warga tiga rumah di sekitar lokasi tersebut juga mencium aroma yang sama. Karena penasaran sekaligus ingin memastikan sumber aroma tersebut, Gerry dan warga lainnya pun mencoba menelusuri.

Sekitar Pukul 19.15 Wita, mereka menyasar salah satu rumah yang menjadi sumber aroma tersebut. Gerry dan warga lainnya mendapati jendela kamar di rumah itu sedang dalam posisi terbuka.

“Pas kami melihat ke dalam, ada sosok laki-laki sedang tidur dengan wajah dan tangannya terlihat sudah bengkak,” papar Gerry, sembari langsung menghubungi pihak kepolisian dan menginformasikan hal tersebut.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Manggarai Barat Iptu Ridwan, yang dikonfirmasi terpisah, membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Menurut dia, laki-laki yang ditemukan dalam kondisi tak bernyawa tersebut diketahui bernama Deni Sulistio. Dari identitasnya, Deni lahir di Ciamis,19 Maret 1984.

“Informasi dari pihak keluarga, yang bersangkutan punya riwayat sakit jantung. Sering mengonsumsi obat penahan nyeri,” kata Ridwan.

Ia menambahkan, Deni merupakan pekerja proyek pelebaran Bandara Komodo, Labuan Bajo. Kabarnya, Deni tiba di Labuan Bajo, April lalu.

“Yang bersangkutan baru masuk di bulan April kemarin. Namun mereka sudah kontrak (rumah) ini sejak bulan Maret. Teman-teman yang lain sudah pulang ke Jawa, tinggal yang bersangkutan,” jelas Ridwan

Deni sendiri, kabarnya sedang menunggu jadwal pesawat yang berangkat ke Jawa. “Namun lantaran tidak ada pesawat, sehingga tertahanlah beliau di sini,” ucapnya.

Soal indikasi meninggalnya korban bukan karena tindak pidana, Ridwan menepisnya. Sementara soal kemungkinan yang bersangkutan meninggal karena Covid-19, ia enggan berkomentar.

“Indikasinya bukan karena tindak pidana. Mungkin ada sakit lain. Kita masih menunggu dari tim penanganan Covid-19. Yang jelas, kami temukan di dalam (rumah) itu adalah HP masih hidup, kipas angin, laptop masih ada,” tegas Ridwan, sembari menambahkan bahwa rencananya jenazah almarhum akan dikuburkan sesuai SOP penanganan Covid-19. (KI21)

Check Also

Muscablub Pemuda Pancasila Karangasem, Sujanayasa Terpilih Aklamasi Jadi Ketua

Karangasem (KitaIndonesia.Com) – Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Karangasem menggelar Musyawarah Cabang Luar …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *