Home / Nusantara / Cegah Transmisi Lokal, Kelurahan Sanur Mantapkan PKM di Seluruh Banjar
Suasana pemeriksaan di check point Jalan Danau Tondano, Sanur. (humas pemkot denpasar)

Cegah Transmisi Lokal, Kelurahan Sanur Mantapkan PKM di Seluruh Banjar

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Kelurahan Sanur, Kota Denpasar, Bali terus memantapkan pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di seluruh Banjar di daerah itu. Penerapan PKM sejak tanggal 2 Juni 2020 lalu ini diharapkan mampu mencegah penyebaran virus corona, terutama melalui transmisi lokal.

“Pelaksanaan PKM ini untuk memberikan edukasi dan memantapkan penerapan protokol kesehatan masyarakat,” kata Lurah Sanur, IB Raka Jisnu, di sela-sela pemeriksaan di check point PKM Jalan Danau Tondano, Sanur, Kamis (11/6/2020).

Menurut dia, pemantapan penerapan protokol kesehatan ini juga dilakukan dengan pemeriksaan di check point PKM. Pemeriksaan dilakukan dua shift yakni pagi dan sore, dengan tempat berpindah-pindah.

“Hari ini pelaksanan check point PKM dilakukan di Jalan Danau Tondano,” jelas Raka Jisnu.

Ia menambahkan, pelaksanaan check point PKM setiap harinya berpindah-pindah, melihat situasi tempat yang mengalami keramaian. Namun untuk pos induk, penjagaan dipusatkan di Wantilan Banjar Intaran, Sanur.

Raka Jisnu menyebut, di Kelurahan Sanur keinginan masyarakat untuk melakukan PKM cukup tinggi. Sebab sebagai objek wisata, kawasan Sanur banyak dikunjungi wisatawan. Kondisi ini membuat penularan Covid-19 bisa saja terjadi.

Dengan adanya PKM di seluruh Banjar yang ada di Kelurahan Sanur, maka mereka akan berpikir dua kali untuk berkunjung ke wilayah Sanur jika tidak ada kepentingan yang mendesak. Dan ternyata dengan penerapan PKM ini, Astungkara, saat ini belum ada kasus positif Covid-19 dan bisa menyetop penyebaran kasus transmisi lokal,” tegas Raka Jisnu.

Ia mengaku, pelaksanaan PKM di Kelurahan Sanur berjalan lancar. Hal itu terjadi karena pelaksanaannya bekerja sama dengan pihak Desa Adat serta Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar dari berbagai unsur.

Meskipun demikian, ia tidak menampik ketika awal penerapan PKM dilakukan, ada beberapa orang yang melanggar. Hal ini terjadi di pos induk yakni ada satu mobil truk, di jok depan ditempati empat orang. Saat itu juga pelanggar diberikan peringatan. Tidak hanya itu, mereka juga tidak membawa identitas dan surat jalan, sehingga terpaksa diserahkan langsung ke Satpol PP Kota Denpasar.

Selama pelaksanaan PKM, jika ada yang melanggar seperti tidak menggunakan masker, akan diberikan pemahaman untuk selalu menggunakan masker. Jika mereka tidak memiliki, petugas akan memberikan masker gratis. Sedangkan pelanggar yang tidak memiliki surat jalan dan tanpa memiliki tujuan jelas, secara terpaksa disuruh balik,” ucapnya. (KI4)

Check Also

Ajak Masyarakat Vaksin dan Jaga Imun, Togar Situmorang: Jangan Remehkan Virus Corona!

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Hampir dua tahun dunia dirundung bencana wabah virus corona. Virus yang berasal …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *