Home / Nusantara / Cegah Penyebaran Virus Corona Meluas, Ini Tiga Instruksi Gubernur Bali
Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra. (istimewa)

Cegah Penyebaran Virus Corona Meluas, Ini Tiga Instruksi Gubernur Bali

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Gubernur Bali Wayan Koster mengeluarkan tiga (3) instruksi sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona jenis baru atau Covid-19. Pertama, terkait penutupan objek wisata di Bali. Kedua, penghentian kegiatan tajen. Ketiga, melarang pengarakan ogoh-ogoh dalam bentuk apapun dan dimanapun.

Ketiga instruksi Gubernur Bali ini sebagaimana disampaikan Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra, dalam keterangan pers di Rumah Jabatan Gubernur Bali, di Denpasar, Jumat (20/3/2020) petang.

Menurut Dewa Indra, berkenaan dengan  merebaknya kasus covid-19, Gubernur Bali Wayan Koster telah melakukan ajakan, himbauan dan perintah untuk bersama-sama mengikuti perkembangan informasi tentang Covid-19 serta mengikuti cara-cara menghindari dan mencegah penyebarannya.

“Kami mohonkan cara-cara ini bisa diambil dari sumber-sumber resmi pemerintah,” ajak Dewa Indra, yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali.

Dikatakan, jika ada informasi dari sumber tidak resmi, diharapkan masyarakat bisa mengkonfirmasi kembali kepada sumber resmi. Dengan demikian, informasi yang tidak valid dan tidak akurat, tidak beredar luas di masyarakat, mengganggu ketenangan dan ketentraman masyarakat.

Pemprov Bali juga menghimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik dan memunculkan kekhawatiran berlebihan. Pemerintah telah bekerja serius menangani dan mencegah penyebaran penyakit ini.

“Mohon kerjasama masyarakat, dengan gotong – royong, bersatu – padu dengan pemerintah untuk menghindari polemik-polemik yang saling bertentangan satu sama lain yang bisa memperkeruh suasana,” pinta Dewa Indra.

Diketahui, Gubernur Bali telah mengeluarkan sejumlah kebijakan, arahan dan instruksi. Di antaranya, arahan kepada para bupati/ walikota se-Bali untuk menutup atau menghentikan kegiatan kunjungan di obyek-obyek wisata. Baik obyek wisata yang dikelola pemerintah maupun swasta/ masyarakat/ desa adat.

Gubernur Bali juga mengeluarkan surat edaran kepada semua masyarakat untuk menghentikan kegiatan-kegiatan keramaian, kegiatan-kegiatan hiburan termasuk sabung ayam/ tajen.

Selain itu, Gubernur Bali memohon kepada aparat penegak hukum, untuk bersama melakukan pemantauan, pengawasan dan penertiban terhadap arahan gubernur tersebut.

Gubernur Bali juga telah mengeluarkan Instruksi Gubernur Nomor 267/ 01B/ HK2020 tanggal 20 Maret 2020 tentang pelaksanaan rangkaian Hari Suci Nyepi 1942 di Bali. Instruksi ini ditujukan kepada bupati/ wali kota se-Bali, PHDI, MDA, bendesa dan kelian Desa Adat se-Bali.

Isi instruksi tersebut adalah, pertama, upacara melasti/ mekiis/ melis, tawur kesanga dan pengerupukan dilaksanakan dengan melibatkan para petugas pelaksana upacara (Pemangku, serati, pembawa sarana upacara) dengan jumlah yang sangat terbatas, paling banyak 25 orang.

Kedua, tidak melaksanakan pengarakan ogoh-ogoh dalam bentuk apapun dan dimanapun. Ketiga, dengan ditetapkannya instruksi ini, maka ketentuan angka 6 huruf b, dalam SE bersama PHDI Bali – MDA – Pemprov Bali Nomor 019/ PHDI-Bali/ III/ 2020, Nomor 019/ MDA-Prov Bali/ III/ 2020, Nomor 510/ Kesra/ B.Pem.Kesra, dinyatakan tidak berlaku.

Keempat, bupati/ wali kota se-Bali, PHDI Bali, MDA, bendesa/ kelian Desa Adat se-Bali untuk melaksanakan dan mengkoordinasikan instruksi ini dengan disiplin dan penuh tanggung jawab, setelah berlaku dan ditetapkan. (KI4)

Check Also

Ajak Masyarakat Vaksin dan Jaga Imun, Togar Situmorang: Jangan Remehkan Virus Corona!

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Hampir dua tahun dunia dirundung bencana wabah virus corona. Virus yang berasal …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *