Home / Peristiwa / Nasional / Cegah Kecurangan, Pangdam dan Kapolda Awasi Kepulangan Pekerja Migran Indonesia
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito. (humas bnpb)

Cegah Kecurangan, Pangdam dan Kapolda Awasi Kepulangan Pekerja Migran Indonesia

Jakarta (KitaIndonesia.Com) – Pemerintah telah melakukan pencegahan masuknya varian virus Covid-19 dari luar negeri. Salah satunya dengan mengetatkan pengawasan di pintu masuk wilayah Indonesia.

Pengetatan pengawasan ini dilakukan untuk mencegah adanya oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dalam meloloskan warga negara asing (WNA) dan Warga Negara Indonesia (WNI) termasuk pekerja migran Indonesia (PMI) tanpa menjalani proses karantina.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahkan telah menginstruksikan untuk mengetatkan mekanisme skrining dan karantina dengan mengoptimalkan peran TNI/ Polri.

“Bahwa seluruh kepulangan pekerja migran akan dikoordinasikan oleh Panglima Kodam (Pangdam) bekerja sama dengan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) di seluruh daerah,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito, menjawab pertanyaan media dalam agenda keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Graha BNPB, Selasa 4 Mei 2021.

Ia menjelaskan, Pangdam dan Kapolda akan bertugas mengintegrasikan dalam satu komando, kepada instansi pusat yang ada di daerah. Seperti Kantor Imigrasi, Badan Perlindungan Pekerja Migran (BP2MI), Dinas Tenaga Kerja di daerah, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dari Kementerian Kesehatan, dan Kantor Bea Cukai.

“Hal ini untuk mengontrol masuknya pelaku perjalanan internasional termasuk antisipasi terhadap peluang oknum-oknum yang menyalahgunakan peluang yang ada,” tandas Wiku Adisasmito.

Satgas Penanganan Covid-19 juga meminta sejumlah pemerintah daerah untuk mengantisipasi saat menerima kepulangan pekerja migran Indonesia (PMI) karena berakhirnya kontrak kerja.

Berdasarkan rekap data PMI khususnya terkait kontrak yang berakhir bulan April-Mei 2021, daerah-daerah paling banyak akan menerima kepulangan pekerja migran ialah Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, dan Sumatera Utara.

“Oleh karena itu, saya meminta kepada pekerja migran yang tiba dari luar negeri untuk mengikuti ketentuan ini,” pesan Wiku Adisasmito.

Selain itu, sesuai dengan Surat Edaran Ditjen Imigrasi Kemenkumham, pemerintah Indonesia telah melarang masuknya WNA yang memiliki riwayat perjalanan dari India dalam kurun waktu 14 hari terakhir ataupun berdomisili di negara India.

Pengawasan pekerja migran yang tiba dari luar negeri tetap mengikuti ketentuan yang berlaku dalam Surat Edaran Nomor 8 Tahun 2021. Yaitu harus menunjukkan Surat Negatif Hasil Tes PCR, PCR saat kedatangan, menjalani karantina, dan selanjutnya tes PCR paska karantina,” pungkas Wiku Adisasmito. (KI-33)

Check Also

Presiden Jokowi Rayakan Ultah Ke-60, Togar Situmorang: Pemimpin Amanah, Indonesia Pasti Cepat Pulih

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) merayakan ulang tahun yang ke-60, Senin 21 Juni …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *