Home / Politik / Bupati Terpilih Diduga Masih Berstatus Warga Amerika, Pilkada Sabu Raijua Digugat ke MK
Adhitya A Nasution dan rekan usai mengajukan permohonan Perselisihan Pemilihan Kepala Daerah, di Aula Gedung MK. (Humas MK)

Bupati Terpilih Diduga Masih Berstatus Warga Amerika, Pilkada Sabu Raijua Digugat ke MK

Jakarta (KitaIndonesia.Com) – Polemik Pilkada Sabu Raijua di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akhirnya bergulir di Mahkamah Konstitusi (MK) RI. Apabila mencermati aturan yang ada, maka gugatan tersebut sudah jauh melewati batas waktu yang ditentukan.

Hanya saja, Pilkada Sabu Raijua digugat bukan karena perselisihan hasil Pilkada, sebagaimana yang saat ini sedang disidangkan di Gedung MK. Pilkada di daerah itu disengketakan lantaran Orient Patriot Riwu Kore, bupati terpilih yang memenangkan Pilkada Sabu Raijua 2020.

Kuat dugaan, Orient berstatus warga negara asing (WNA). Orient memang lahir di NTT. Namun, pria kelahiran 7 Oktober 1964 itu lama berada di Amerika Serikat. Ia bahkan menikah dengan Trinidad Martinez, keturunan Yahudi dan Spanyol, yang lahir di Amerika Serikat.

Terkait status kewarganegaraan Orient ini, pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Sabu Raijua Nomor Urut 1 Nikodemus N Rihi Heke dan Yohanis Uly Kale akhirnya mengajukan gugatan ke MK, Senin (15/2/2021). Gugatan didaftarkan oleh Adhitya A Nasution, kuasa hukum pasangan Nikodemus N Rihi Heke dan Yohanis Uly Kale.

Menurut Adhitya, Pemohon dalam hal ini kliennya, mengajukan permohonan pembatalan terhadap penetapan bupati dan wakil bupati terpilih di Kabupaten Sabu Raijua.

“Kita tahu di kabupaten tersebut dimenangkan oleh Warga Negara Asing. Walaupun masih dalam proses pengecekan, tetapi sudah diakui sendiri oleh yang terpilih bahwa dia sudah berkewarganegaraan Amerika,” kata Adhitya, sebagaimana beritakan Media MK.

Pemohon berharap, dengan adanya permohonan ini, MK dapat membuat terobosan hukum agar dapat mengisi kekosongan peraturan yang ada. Apalagi kasus yang terjadi di Kabupaten Sabu Raijua belum dialami di manapun sehingga belum terdapat aturan terkait hal tersebut.

“Kita berharap Mahkamah nantinya memberikan terobosan hukum. Selain daripada baik untuk kedepannya di masyarakat Sabu Raijua dan juga kedepannya menjadi yurisprudensi,” ujar Adhitya.

“Kami juga berharap Mahkamah berani membuat terobosan hukum terhadap permasalahan hukum ini,” imbuhnya.

Adhitya menambahkan, Pemohon baru mengajukan gugatan ke MK karena baru mendapatkan fakta setelah proses Pilkada Sabu Raijua telah selesai.

“Kita baru mendapati 2 (dua) minggu ke belakang. Itupun setelah Bawaslu Kabupaten Sabu Raijua mendesak kepada Kedutaan Besar Amerika untuk kejelasan status (Orient Patriot Riwu Kore). Terlepas dari tenggat waktu yang diberikan oleh Mahkamah, kami tetap memiliki keyakinan kepada MK untuk berkenan memeriksa perkara kami secara adil,” tandas Adhitya.

Pihaknya memang tidak mempersalahkan perolehan suara yang didapat oleh pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Nomor Urut 2 Orient P Riwu Kore – Tobias Uly.

“Dari awal kita memang tidak mengajukan karena kita paham ambang batas. Tetapi ini ada temuan yang baru kita ketahui setelah proses ini selesai. Jadi, mau tidak mau, MK sebagaimana yang diamanatkan oleh undang-undang harus bisa memutus ini dan berharap dengan sangat Mahkamah berkenan memberikan kepastian hukum kepada kami,” tutur Adhitya.

Pada Pilkada Sabu Raijua tanggal 9 Desember 2020, Orient Patriot Riwu Kore berpasangan dengan Tobias Ully didukung oleh tiga partai politik yaitu Partai Demokrat, Partai Gerinda dan PDI Perjuangan. Berdasarkan penetapan hasil rekapitulasi suara oleh KPU Kabupaten Sabu Raijua, pasangan ini memperoleh suara sebanyak 48,3%.

Sementara saingannya pasangan urut 1 Nikodemus H Rihi Heke – Yohanes Uly Kale mendapat 30,1% suara. Adapun pasangan nomor urut 3 Takem I Radja Pono – Herman Hegi Radja Haba memperoleh 26,6% suara.

Berdasarkan hasil rekapitulasi tersebut, maka pasangan Orient Patriot Riwu Kore – Tobias Ully dinyatakan sebagai pemenang Pilkada Kabupaten Sabu Raijua. (KI-33)

Check Also

Maju Mundur Jadwal Pemilu, Sekjend PKP Usulkan Rembuk Nasional

Jakarta (KitaIndonesia.Com) – Sekretaris Jenderal (Sekjend) Dewan Pimpinan Nasional Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) Said …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *