Home / Peristiwa / Nasional / Bupati Kaimana Sesalkan Pernyataan Mensos
Bupati Kaimana, Freddy Thie. (istimewa)

Bupati Kaimana Sesalkan Pernyataan Mensos

Jakarta (KitaIndonesia.Com) – Bupati Kaimana Freddy Thie, menanggapi pernyataan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini yang mengancam aparatur sipil negara (ASN) tidak becus akan dibuang ke Papua. Freddy menilai, pernyataan Mensos tersebut terlampau menyakitkan bagi masyarakat tanah Papua.

“Pernyataan Ibu Menteri Sosial itu sangat menyakitkan. Seakan-akan tanah Papua ini menjadi tempat pembuangan ASN yang tidak becus,” kata Freddy, melalui keterangan tertulisnya, Rabu 14 Juli 2021.

Ia menambahkan, pernyataan Mensos tersebut kontraproduktif dengan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2020 Tentang Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat. Salah satu instrumen untuk merealisasikan instruksi tersebut adalah pembangunan SDM.

“Tanah Papua ini butuh SDM yang unggul dan produktif. Tapi kenapa justru mau dijadikan tempat pembuangan ASN yang tidak becus?” ujar Freddy.

Ia berharap, mantan Wali Kota Surabaya itu mencabut pernyataannya dan meminta maaf kepada masyarakat Papua dan Papua Barat. Ia khawatir, pernyataan tersebut menjadi polemik baru di tanah cenderawasih.

“Saya harap Ibu Menteri Sosial berbesar hati mengakui kesalahannya. Meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat Papua dan Papua Barat,” tandas Freddy.

Lebih lanjut, ia mengingatkan kepada para pejabat, publik figur, tokoh masyarakat dan masyarakat luas agar berhati-berhati memberikan pendapat tentang Papua. Apalagi bagi orang yang sama sekali tidak paham kultur masyarakat Papua.

“Kadang kala ada orang yang tidak paham Papua, berkomentar tentang Papua malah jatuhnya seakan-akan mendiskreditkan Papua. Padahal mereka tidak tahu bahwa tanah Papua ini adalah surganya Indonesia,” ucapnya.

Untuk diketahui, Freddy adalah satu-satunya Bupati di Tanah Papua keturunan Tionghoa. Namun, ia lahir dan besar di Kaimana.

Karena kontribusi dan rasa kepeduliannya pada masyarakat asli Papua, khususnya masyarakat Papua yang ada di Kabupaten Kaimana, ia kemudian di angkat sebagai anak adat. Bahkan, pada Pilkada 2020 yang lalu, ia terpilih sebagai Bupati ketiga di Kaimana.

“Jujur, saya sangat terusik ketika ada orang, apalagi orang tersebut bukan orang Papua, berpendapat seolah-olah Papua itu bukan bagian yang penting di Indonesia. Saya memang beda dengan saudara-saudara saya di tanah Papua ini, tetapi hati saya hitam dan keriting untuk tanah Papua ini. Saya tidak akan pernah rela jika ada orang yang mendiskreditkan Papua,” pungkas Freddy. (KI-01)

Check Also

Rencana Bali Dibuka Bagi Wisman, Jamaruli Manihuruk: Petugas Imigrasi Selalu Siap di Lapangan

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Pemerintah berencana membuka pintu bagi kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) ke Indonesia. Sebagai …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *