Home / Peristiwa / Nasional / Bupati Edi Endi: Petani di Manggarai Barat Belum Nikmati ‘Kue’ Pariwisata Super Premium
Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene saat menyampaikan sambutan dalam acara dialog Komisi IX DPR RI bersama mitra kerja dengan Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi, di Aula Kantor Bupati Manggarai Barat. (kitaindonesia/san edison)

Bupati Edi Endi: Petani di Manggarai Barat Belum Nikmati ‘Kue’ Pariwisata Super Premium

Labuan Bajo (KitaIndonesia.Com) – Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi mengatakan, sebanyak 79 persen masyarakat di ujung barat Pulau Flores itu bermata pencaharian sebagai petani.

Di sisi lain, Labuan Bajo telah ditetapkan oleh pemerintah pusat sebagai daerah pariwisata super premium. Bahkan Presiden Jokowi menargetkan bahwa di akhir kepemimpinannya tahun 2024 mendatang, Labuan Bajo akan menjadi ‘Bali Baru’.

“Dengan label super premium, sektor pariwisata Labuan Bajo sejauh ini memang berkembang pesat. Bahkan total investasi yang masuk dalam tiga tahun terakhir mencapai Rp90 triliun,” kata Bupati Edi Endi, saat berdialog dengan pimpinan dan anggota Komisi IX DPR RI, di Aula Kantor Bupati Manggarai Barat, di Labuan Bajo, Senin 12 April 2021.

Sayangnya, menurut dia, kemajuan sektor jasa ini tidak berbanding lurus dengan laju sektor primer. Mayoritas masyarakat di Bumi Komodo itu, belum belum menikmati “kue” pariwisata super premium.

“Sebanyak 79 persen masyarakat kami yang petani belum merasakan dampak kemajuan sektor pariwisata. Income per kapita hanya Rp616.000 per bulan. Jadi kemajuan sektor pariwisata tidak berbanding lurus dengan sektor pertanian,” jelas Bupati Edi Endi.

Mantan Ketua DPRD Kabupaten Manggarai Barat itu pun meminta Komisi IX DPR RI yang hadir di Labuan Bajo bersama mitra kerja, untuk bersama-sama memikirkan ketimpangan ini.

“Tolong kami dibimbing. Diberi arahan. Salah satu harapan besarnya, 79 persen masyarakat kami yang petani ikut merasakan dampak kemajuan sektor pariwisata. Misalnya bagaimana caranya supaya sayur, buah, daging untuk kebutuhan pariwisan ini sepenuhnya disediakan oleh para petani kami,” tutur Bupati Edi Endi.

Selama ini, imbuhnya, baik sayur, buah maupun daging sebagian besar masih didatangkan dari luar.

“Padahal potensi pertanian termasuk peternakan di daerah ini sangat luar biasa. Mohon kiranya DPR RI bersama pemerintah pusat, membantu supaya para petani kami bisa ikut menikmati kemajuan pariwisata ini,” ujar Bupati Edi Endi.

Sementara itu Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene mengatakan pihaknya akan mendorong pemerintah melalui lembaga terkait untuk lebih serius menggarap daerah pariwisata super premium ini. Demikian halnya dengan mitra kerja Komisi IX DPR RI, untuk lebih fokus dalam menangani kebutuhan di Labuan Bajo.

“Menjadikan Labuan Bajo sebagai Bali Baru tentu bukan pekerjaan mudah. Ini butuh kerja bersama. Tidak cukup hanya mengharapkan satu dua kementerian atau lembaga,” ucapnya.

“Kami akan mendorong pemerintah pusat, lebih khusus mitra kerja Komisi IX DPR RI, supaya bisa lebih kencang lagi. Terutama untuk menjawab persoalan-persoalan yang disampaikan oleh Bupati Manggarai Barat,” imbuh Felly Estelita Runtuwene. (KI-01)

Check Also

Angka Kematian Covid-19 Meningkat di 5 Provinsi, Termasuk NTT

Jakarta (KitaIndonesia.Com) – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mencatat grafik angka kematian Covid-19 meningkat pada …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *