Home / Nusantara / Bukan Bhakta Hare Krishna, AWK Sebut Warga Bali “Belum Sadar”
Foto: Ketua Umum Puskor Hindunesia, Ida Bagus Susena (Istimewa)

Bukan Bhakta Hare Krishna, AWK Sebut Warga Bali “Belum Sadar”

Denpasar (KitaIndonesia.Com)– Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa alias AWK, anggota DPD RI Dapil Bali peraih 742.781 suara pala Pemilihan Legislatif 2019 mengajak masyarakat Pulau Dewata untuk menjadi vegetarian alias tidak mengonsumsi daging. Penegasan tersebut terangkum dalam rekaman video berdurasi 2 menit 34 detik yang kini sedang viral di media sosial.

Dalam pidatonya, AWK berharap gerakan bhakta Shri Krishna mudah-mudahan bisa mempengaruhi nusantara, mempengaruhi anak muda Bali, dan mempengaruhi gerakan sanata dharma di Indonesia.

“Saya punya permintaan, anak-anak yang sudah belajar kitab suci Bhagawad Gita, yang sudah menjadi bhakta Shri Krishna, saya minta tidak boleh menjelekkan orang Bali yang masih belum sadar. Karena agama Hindu bukan agama dogma. Kita tidak mau jadi agama dogma. Kalau kamu tidak melakukan ini kamu masuk neraka; kalau kamu melakukan ini kamu mendapatkan pahala. Kita sudah melihat kehancuran agama-agama dogma di dunia ini,” ucapnya.

AWK dengan semangat berapi-api menekankan bahwa pemaksaan tidak boleh dilakukan. “Tidak boleh memaksa. Kalau ada sameton kita belum vegetarian, berikan pengertian. Satu, dua, tiga kali. Jika belum sadar mungkin di kehidupan mendatang akan sadar. Kalau ada yang belum baca Bhagawadgita juga sama. Jangan dihina. Jangan kita merasa terhebat. Karena bhakta Shri Krishna tidak pernah sombong. Berikan pengertian. Saya, Anda, kita semua Bhakta Shri Krishna, saya yakin karena Sri Khrisna yang meminta kita dan Beliau yang berkenan menjadi bhakta di kelahiran kita hari ini,” terang putra I Made Wedastra Suyasa itu.

Lebih lanjut, AWK mengaku beruntung dan mengucapkan terima kasih karena malinggih (duduk, red) di DPD RI/MPR RI. “Saya bangga akhirnya ada juga bhakta-bhakta Shri Krishna yang bisa menjadi Senator Republik Indonesia. Ini karena Beliau (Shri Krishna red) yang memberikan kekuatan kepada saya,” ungkapnya.

Terkait imbauan untuk menjadi vegetarian dan menyentil warga yang masih mengonsumsi daging dengan istilah “belum sadar”, Ketua Umum Puskor Hindunesia, Ida Bagus Susena menyebut AWK tidak konsisten. “Kalau memang tokoh Hindu dia harus punya konsistensi dalam memegang teguh ajaran Hindu. Tidak plin- plan lagi. Harus tegas apakah dia Hindu Bali atau Hindu India. Kalau AWK memang penganut aliran Hare Krishna yang jelas-jelas bukan agama Hindu, harus tegas juga. Salah satu disiplin bhakta Hare Krishna adalah vegetarian. Kalau memang menganut ajaran itu kemudian mempromosikan babi guling, termasuk mengadakan festival babi guling, itu kan sudah menyalahi ajaran Hare Krishna. Saya pribadi tidak mempermasalahkan AWK menganut ajaran apa,” ucap IB Susena, Senin (27/1) siang.

BACA JUGA:   Dukung Tenaga Medis, Brimob Labuan Bajo Bagikan Bubur Kacang Hijau

Lebih lanjut, IB Susena berharap AWK tidak “bermuka dua”. Di satu sisi mengagung-agungkan diri sebagai bhakta Sri Krishna; di sisi lain mengaku pahlawan bagi Hindu Bali. Hal ini tegas IB Susena adalah dua hal yang sangat bertentangan dan AWK dinilai kerap melakukan propaganda. “AWK mempermainkan agama untuk kepentingan politik. Ini sangat tidak elegan; tidak pas. Karena memainkan isu politik identitas seperti ini dia tak ubahnya seperti Habib Rizieq Shihab atau Anies Baswedan yang menurut saya tidak disukai mayoritas masyarakat Bali,” tegasnya.

IB Susena menyebut konsep Hindu Nusantara atau Hindu Bali mustahil lepas alias tidak menggunakan daging hewan, khususnya dalam sarana upakara. “Kita di Hindu Nusantara merupakan kombinasi berbagai sekte yang disatukan oleh Mpu Kuturan. Kita memiliki apa yang disebut dengan aliran Bhairawa, Siwa, Budha. Sudah bercampur sedemikian rupa dan disinkronisasi untuk melindungi semua aliran. Saya mendapatkan informasi sudah ada ritual di Bali yang dari menggunakan daging kini tidak lagi menggunakan daging. Ini jelas tidak menghormati lokal genius atau kearifan lokal yang diwariskan oleh leluhur kita,” pungkas IB Susena.

Terkait pernyataan bahwa aliran Hare Krishna bukan agama Hindu, IB Susena menekankan hal tersebut disampaikan oleh pendiri Hare Krishna, A.C. Bhaktivedanta Swami Prabupdha. Dalam artikel berjudul “Can it Be That the Hare Krishnas Are Not Hindu? ISKCON’s Srila Prabhupada’s edicts on religion are clear” yang dimuat dalam majalah Hinduism Today edisi Oktober 1998. “Dijelaskan dalam artikel tersebut bahwa Hare Krishna sama sekali tidak ada urusannya dengan agama Hindu atau sistem agama apapun. Setiap orang harus mengerti dengan jelas bahwa Hare Krishna tidak mengajarkan apa yang disebut agama Hindu (The Krishna consciousness movement is not preaching the so-called Hindu religion). Demikian yang tertulis. Artikel lain yang menjelaskan bahwa Hare Krishna bukan Hindu masih sangat banyak,” tegasnya. (KI5)

Check Also

Update Kasus Covid-19 di Kota Denpasar: 17 Pasien Sembuh

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar I Dewa Gede …

9 comments

  1. Memang benar nilai dan kehormatan seorang pejabat dapat dilihat dari konsistensi antara pikirannya yg dituangkan dalam perkataan dan perbuatan. Dan pemimpin yg menerapkan ajaran dharma perbuatan yg dilakukan atas kejujuran hati tanpa pamrih ucapan ataupun dukungan.

  2. Kembali gunakan Thirta sebagai indentitas agama di Nusantara dengan tetap berdasar Dharma, Thirta lebih erat dengan budaya nusantara, jika mengunakan kata Hindu sebagai indentitas lebih erat dengan budaya India, mendengar kata Hindu saja pikiran langsung mengarah ke India. Maka dengan karna itu budaya India dengan mudah merubah pakem budaya Nusantara

  3. Hindu Bali Adalah Hindu Nusantaa

    • Intinya jalankan yg sudah berjalan, jangan merubah Apapun itu, jika mau belajar Weda SILAHKAN..
      Semua ada Aturanya.. Masalah yadnya sudah ada aturanya Nista, madia lan utama… Siapa bilang Hindu Ribet, Hanya orang2 yg tidak paham saja Bilang demikian.
      Mari jangan lupa pada Leluhur yg sudah memberikan ini semua pada damuhnya, kita tinggal menjalankan, menjaga dan melestarikanya…. Rahayu.. šŸ™ šŸ™ šŸ™

  4. Kalo nggak ngerti hakekat Hindu Bali dengan Hare Krisna, lebih baik diam. Apalagi memberikan stigma bahwa yg belum vegetarian dianggap belum sadar.
    Hindu Bali adalah agama yang didasarkan atas filosofi hindu (berbagai sekte) yg disinkretisasikan (disatukan) dengan kearifan lokal dan ritual budaya cina yg notabena mayoritas budha atau konghuchu.
    Hare Krisna adalah sebuah organisasi hindu yg didirikan oleh prabhupada di amerika serikat, dimana bagawadgita sebagai kitab sucinya dengan Dewa Krisna sebagai Nabinya. Organisasi hare krisna yang didirikan oleh prabhupada diaebut ISKON.
    Artinya jauh sebelum organisasi iskon berdiri, orang bali telah melakukan pemujaan kepada Dewa Krisna dan Bagawadgita sebagai salah satu kitab suci agama hindu Bali. Aspek Dewa Krisna sebagai titisan Dewa Wisnu adalah salah satu dewa pujaan dalam aspek Konsep Tri Sakti. Jadi jangan mengatakan baru orang bali tidak menjalankan salah satu ritual Hare Krisna, dianggap sebagai UMAT YG BELUM SADAR.

  5. Keseimbangan alam perlu dijaga dan semua mahluk perlu berkarma dan semua mahluk ingin berguna ,hewan dipotong dgn lantuman doa adalah menolong hewan tersebut untuk berkarama

  6. Ada banyak kelompok penggiat spiritual, salah satunya hare Krishna…
    Saya santai sj menanggapi mereka ini, silahkan sj beraktifitas sesuai kelompoknya asal aktifitas ibadahnya jangan di bawa ke Pura, jk ke pura wajib ikuti tata cara yg ada di pura.

    Semua ada tempatnya masing masing, kalau berjapa di pasar, di jalan sih tidak ada larangan, tp orang akan risih melihatnya, maka berjalan pada tempat yg pas, semisal di ashram, di rumah pribadi, di rumah kawan/
    Saudara yg se aliran…

  7. I love Hindu Bali… Hindu nusantara
    I love Babi Guling….

  8. Hindu Bali sudah jangkep ..
    Sudah dari bersatunya elemen Hindu di Bali di Pura Pesamuan Tiga Kab. Gianyar saat masih zaman kerajaan. Hindu Bali sudah jangkep dengan Pura Kayangan Tiga nya, Pura Kayangan Jagad nya dan juga pura-pura Sad kayangan lainnya dengan Banjar adat dan desa adat sebagai ujung tombak pelaksanaan segala bentuk aktifitas Hindu di Bali … Jangan diobat abit lagi !!!!

    SALAM SHANTI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *