Home / Peristiwa / Nasional / Bertemu Menteri PPPA, KMHDI Soroti Kasus Putus Sekolah Hingga Eksploitasi Anak
Menteri PPPA RI Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga bersama pengurus Pimpinan Pusat KMHDI. (istimewa)

Bertemu Menteri PPPA, KMHDI Soroti Kasus Putus Sekolah Hingga Eksploitasi Anak

Jakarta (KitaIndonesia.Com) – Pimpinan Pusat Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) berkesempatan bertemu dengan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga, di Jakarta, Senin (9/3/2020).

Dalam pertemuan tersebut, para aktivis KMHDI menyampaikan berbagai permasalahan, termasuk terkait perlindungan anak. Dalam catatan KMHDI, sekitar 4,7 juta anak Indonesia putus sekolah dan kehilangan hak untuk terdidik. Persoalan ini, menurut KMHDI, yang memicu terjadinya pernikahan dini dan eksploitasi anak.

“SDM unggul yang ingin dicapai pemerintah, harus dimulai dari penyelesaian masalah paling fundamental yakni kepastian perlindungan dan perkembangan anak,” kata I Kadek Andre Nuaba, Ketua Presidium Pimpinan Pusat KMHDI, dalam pertemuan tersebut.

Menurut dia, permasalahan perlindungan dan perkembangan anak ditemukan KMHDI melalui program “KMHDI Mengajar”. Ini merupakan program sosial yang dilaksanakan KMHDI secara serentak di 32 provinsi setiap tahun.

“Kami menemukan masih banyak permasalahan yang secara tidak sadar sedang dihadapi oleh anak-anak Indonesia, terlebih mereka adalah generasi yang tumbuh dan berkembang di tengah pesatnya perkembangan teknologi,” ujar Andre Nuaba.

“Kasus-kasus bullying dan kekerasan antar anak juga dapat muncul dari absennya kebijakan pemerintah dalam memastikan skema pola asuh dan pertumbuhan anak, yang juga disebut sebagai digital native generation,” imbuhnya.

Sementara itu Menteri PPPA RI Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga menegaskan bahwa persoalan eksploitasi anak dan pernikahan dini sudah menjadi program prioritas dari Kementerian PPPA yang akan segera ditangani.

“Tidak hanya dua permasalahan tersebut, Kementerian juga sudah berupaya dalam mengatasi persoalan pendampingan wanita korban kekerasan dan mewujudkan Kampung Ramah Anak untuk mengurangi eksplotasi anak di bawah umur,” papar Bintang Puspayoga.

Pada kesempatan tersebut, ia pun mengapresiasi program pengabdian “KMHDI Mengajar” yang secara tidak langsung sudah membantu Kementerian PPPA dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi anak-anak Indonesia.

“Kami berharap KMHDI bisa terus dapat melaksanakan program-program yang berkaitan dengan kepastian perlindungan anak, khususnya bagaimana anak-anak tumbuh di tengah perkembangan teknologi,” pungkas Bintang Puspayoga. (KI15)

Check Also

Komnas HAM Panggil Pimpinan KPK dan BKN, Hendardi: Itu Mengada-ada

Jakarta (KitaIndonesia.Com) – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) memanggil pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *