Home / Nusantara / Belajar Jarak Jauh, Arimbawa: Jangan Bebankan Siswa dengan Tugas Berat
Ketua DPD Partai Hanura Provinsi Bali, Kadek Arimbawa. (istimewa)

Belajar Jarak Jauh, Arimbawa: Jangan Bebankan Siswa dengan Tugas Berat

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Pandemi corona (Covid-19) terus meresahkan masyarakat. Bahkan kasus ini menunjukkan peningkatan. Hingga 31 Maret, tercatat 1.528 kasus positif Covid-19 di Indonesia, di mana 136 orang di antaranya meninggal dunia atau terus meningkat dari data sebelumnya.

Menghadapi pandemi corona ini, pemerintah sudah mengambil berbagai kebijakan. Di antaranya adalah meniadakan proses belajar mengajar di sekolah. Meski begitu, proses belajar mengajar ini dilakukan secara online. Bahkan masa pembelajaran jarak jauh ini diperpanjang hingga tanggal 21 April mendatang.

Siswa-siswi mulai tingkat SD, SMP hingga SMA pun harus membiasakan diri menerima metode belajar jarak jauh hingga menyelesaikan pekerjaan rumah (PR) secara online, yang diterapkan sejak tiga pekan lalu itu.

Menyikapi sistem pembelajaran jarak jauh ini, Ketua DPD Partai Hanura Provinsi Bali Kadek Arimbawa menilai bahwa hal tersebut memang tak bisa dielakkan. Sebab wabah virus corona semakin mencemaskan.

“Situasinya memang begini. Di saat penyebaran virus corona sangat mencemaskan, mau tak mau sekolah harus libur. Tapi proses pembelajaran tidak boleh berhenti,” kata bapak tiga anak yang juga seorang seniman yang populer dengan nama Lolak ini.

Arimbawa mengakui, proses belajar mengajar dari rumah ini pun memerlukan peran orang tua. Para orang tua diharapkan ikut membantu proses belajar mengajar dari jarak jauh ini dengan pendampingan dan penuh kesabaran.

“Dari pengalaman ini, semua bisa merasakan tugas guru mendidik anak di kelas bukan pekerjaan mudah,” tegas pria kelahiran Kamasa, Kabupaten Klungkung, Bali ini.

Ia pun mengapresiasi langkah pemerintah Provinsi  Bali hingga pemerintah kota dan kabupaten yang memperpanjang masa belajar di rumah hingga 21 April mendatang. Kebijakan yang sulit dihindari di tengah masih mengganasnya penyebaran Covid-19.

“Semua pihak harus sudah membiasakan diri, termasuk manakala proses pembelajaran di rumah ini bisa diperpanjang lagi hingga libur Lebaran seperti yang dilakukan Kota Tangerang Selatan,” tandas Arimbawa.

Namun dalam praktiknya, pembelajaran jarak jauh yang juga diterapkan di berbagai provinsi ini tak semudah yang dibayangkan. Bukan semata-mata hambatan komunikasi, melainkan beban tugas yang diberikan kepada anak didik dinilai memberatkan.

“Justru pembelajaran secara online beban tugas bagi anak sangat luar biasa. Meski dari rumah, yang kelihatan santai, namun beban tugas anak-anak cukup melelahkan juga,” tutur Arimbawa.

Tak heran, jika keluhan-keluhan pun langsung terlontar hanya beberapa hari kebijakan belajar di rumah diterapkan. Bahkan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) sudah menerima puluhan pengaduan. Hal ini sebagaimana diakui Ketua KPAI Ratna Listyarti, belum lama ini.

Untuk itu, Arimbawa sepakat jika pada masa pembelajaran di rumah, para anak didik tidak dibebani tugas-tugas yang memberatkan. Pemberian tugas secara online itu pun disebutnya juga menambah beban bagi wali murid untuk pengeluaran paket data agar bisa mengakses internet.

“Kami mengapresiasi provider yang membuat paket edukasi secara gratis bagi siswa, tapi tidak semua provider menerapkan hal yang sama,” tandas Arimbawa, sembari menunjuk nama salah satu provider yang memberikan gratis 30 GB untuk 30 hari untuk menunjang proses belajar jarak jauh tersebut.

Diingatkan pula, di berbagai lokasi di Bali masih ada zona yang koneksi internetnya belum bagus hingga lokasi blank spot yang sama sekali tak bisa mengakses internet.

“Lagi pula, tidak semua orang tua mengetahui teknologi, tidak semua keluarga mampu,” sorot senator Bali di DPD RI periode 2009-2014 dan 2014-2019 ini.

Ia pun mengimbau agar ada acuan yang jelas soal belajar dari rumah ini. “Kami mengimbau kepada Dinas Pendidikan Provinsi Bali agar memerintahkan sekolah hanya memberikan tugas yang sifatnya biasa, sesuai yang ada di buku pelajaran siswa,” kata Arimbawa. “Tujuannya agar siswa tidak stres, dan orang tua pun tidak ikut terbebani dalam suasana virus ini,” pungkasnya. (KI4)

Check Also

Pandemi Covid-19, 535 Nakes di Denpasar Sudah Divaksin

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Vaksinasi Covid-19 resmi dimulai di tingkat kabupaten dan kota pada pada tanggal …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *