Home / Nusantara / Belajar dari Bali, Bupati Edi Endi: Sektor Pariwisata Tak Boleh ‘Lari’ Sendirian
Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi dan rombongan bertukar cendera mata dengan Indonesia Director Tourism Confucius Institute Udayana University, I Made Sendra. (kitaindonesia/san edison)

Belajar dari Bali, Bupati Edi Endi: Sektor Pariwisata Tak Boleh ‘Lari’ Sendirian

Labuan Bajo (KitaIndonesia.Com) – Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi bersama Wakil Bupati Yulius Weng berkomitmen untuk secara serius menggenjot sektor pariwisata di daerah itu. Hal ini penting, mengingat geliat industri pariwisata di Manggarai Barat sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Tanah Air, cukup menjanjikan. 

Presiden Jokowi bahkan telah memberi label pariwisata super premium untuk Bumi Komodo itu. Namun di sisi lain, Bupati Edi Endi menyadari bahwa sektor pariwisata tidak boleh ‘berlari’ sendirian. Sektor jasa ini mesti disokong sektor primer, yang sejak lama telah menjadi sandaran ekonomi mayoritas masyarakat Manggarai Barat.

Ini pula sebabnya, Bupati Edi Endi bersama Ketua DPRD Manggarai Barat Martinus Mitar dan sejumlah anggota dewan serta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Kabupaten Manggarai Barat melakukan kunjungan ke Kabupaten Badung, Bali, 19-22 Maret 2021.

“Kita ingin belajar dari Bali, khususnya Kabupaten Badung, terkait upaya memajukan industri pariwisata. Kita ingin laju sektor pariwisata diimbangi sektor lainnya, dan masyarakat lokal jangan sampai hanya menjadi penonton,” jelas Bupati Edi Endi, saat dikonfirmasi di Labuan Bajo, Selasa (30/3/2021).

Dalam kunjungan ke Bali pekan lalu itu, kata Bupati Edi Endi, dirinya bersama rombongan sempat bertandang ke Fakultas Peternakan dan Fakultas Pariwisata Universitas Udayana (Unud). Selain terkait penguatan sumber daya manusia, kunjungan ke Unud juga dalam rangka penguatan sektor pertanian, khususnya peternakan.

Di samping itu, rombongan juga berkunjung ke Pemkab Badung dan diterima Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa dan jajaran. Pemkab Badung banyak berbagi tips terkait sumber-sumber penerimaan daerah hingga upaya untuk bertahan di tengah guncangan akibat pandemi Covid-19.

Tak hanya itu, Bupati Edi Endi juga mengunjungi ITDC (Indonesia Tourism Development Coporation) di kawasan Nusa Dua, Bali. Kunjungan ke ITDC ini terkait keinginan Bupati Edi Endi mengembangkan wisata MICE (Meetings, Incentives, Conferences, Exhibitions) di Labuan Bajo.

“Sebagai daerah pariwisata super premium, tentu kita perlu melakukan penguatan sektor pariwisata. Kita mesti belajar dari Bali, khususnya Kabupaten Badung, bagaimana mengelola industri pariwisata ini untuk kesejahteraan masyarakat Manggarai Barat,” paparnya. 

Menurut dia, Bali layak dijadikan sebagai patokan untuk belajar, karena Pulau Seribu Pura itu sudah terlebih dahulu bergumul dengan industri pariwisata. Bali sudah teruji sebagai penyumbang devisa pariwisata tertinggi selama ini.

Bali juga belakangan lebih banyak melirik wisata MICE. Bahkan, Bali sudah teruji tahan banting saat menghadapi guncangan bom hingga pandemi Covid-19 seperti saat ini.

“Banyak yang mesti kita pelajari. Seperti bagaimana mencari sumber-sumber penerimaan daerah dari sektor pariwisata, hingga kiat-kiat untuk bertahan di tengah guncangan termasuk dalam situasi pandemi Covid-19 seperti saat ini,” ujar mantan ketua DPRD Kabupaten Manggarai Barat itu.

Bersamaan dengan itu, lanjut dia, pihaknya juga ingin memperkuat sektor primer (pertanian) agar tidak terkubur di tengah dominasi sektor tersier atau jasa (pariwisata). Data menunjukkan bahwa 79 persen masyarakat Manggarai Barat bermata pencaharian sebagai petani (dalam arti luas). Adapun income perkapitanya hanya Rp616.000/ bulan.

“Ini artinya laju sektor pariwisata, dengan arus kunjungan wisatawan rata-rata 186.000 orang/ tahun, tidak membawa dampak apa-apa bagi 263 ribu jiwa masyarakat Manggarai Barat. Saat ini mayoritas masyarakat lokal hanya menjadi penonton yang kalah,” tegas Bupati Edi Endi.

Realitas ini yang mendorong Bupati Edi Endi berkomitmen untuk menggenjot sektor pertanian, termasuk peternakan, agar bisa jalan berbarengan dengan sektor pariwisata. Bupati Edi Endi pun meminta bantuan Universitas Udayana, khususnya Fakultas Peternakan dan Fakultas Pariwisata.

Targetnya terkait SDM, Universitas Udayana memberikan kuota khusus untuk calon mahasiswa dari Manggarai Barat. Sementara dalam hal pengembangan sektor peternakan, Universitas Udayana melalui Fakultas Peternakan dapat membantu Pemkab Manggarai Barat dalam urusan pengembangan ternak hingga pembangunan pabrik pakan.

“Kami ingin menyiapkan SDM yang mumpuni di sektor peternakan. Karena faktanya adalah potensi sektor peternakan sangat menjanjikan di Manggarai Barat,” jelasnya.

“Kami juga ingin memiliki pabrik pakan sendiri. Karena kami kaya akan bahan baku untuk pembuatan pakan ternak. Itu sebabnya kami berharap Fakultas Peternakan dapat membantu kami mewujudkan hal ini,” pungkas Bupati Edi Endi. (KI-05)

Check Also

Hari Laut Sedunia, Escape Bajo Bersama Komodo Escape Gelar Aksi Bersihkan Sampah di Pantai dan Laut

Labuan Bajo (KitaIndonesia.Com) – Escape Bajo bersama Komodo Escape akan menggelar aksi bersihkan sampah di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *