Home / Peristiwa / Nasional / Bebas Setelah 10 Tahun Jalani Masa Tahanan di Lapas Kerobokan, Imigrasi Deportasi WNA Asal Amerika
WNA asal Amerika (kanan) yang akan dideportasi bersama anaknya, saat diperiksa petugas Imigrasi. (istimewa)

Bebas Setelah 10 Tahun Jalani Masa Tahanan di Lapas Kerobokan, Imigrasi Deportasi WNA Asal Amerika

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Imigrasi kembali akan memulangkan warga negara asing (WNA) ke negara asalnya, karena melanggar UU Keimigrasi. Kali ini, Imigrasi dijadwalkan akan mendeportasi HLM, seorang WNA asal Amerika Serikat.

Menurut Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Bali Jamaruli Manihuruk, WNA yang akan dipulangkan ini adalah seorang perempuan kelahiran Illinois, Amerika Serikat, 11 Oktober 1995.

Sebelumnya pada tahun 2015, HLM dinyatakan bersalah berdasarkan Putusan Pengadilan Tinggi Denpasar Nomor 29/ PID/ 2015/ PT.DPS dikarenakan melanggar Pasal 340 KUHP terkait kasus pembunuhan, dengan pidana penjara selama 10 tahun.

Yang bersangkutan kemudian dijebloskan ke Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan, Bali. Saat berada di dalam Lapas, yang bersangkutan mengikuti kegiatan pembinaan berupa menari, senam, dan juga fashion show.

“Yang bersangkutan mendapatkan remisi selama 34 bulan atau 2 tahun 10 bulan,” papar Jamaruli Manihuruk.

Selanjutnya, HLM dinyatakan resmi bebas dari Lembaga Perempuan Kelas IIA Kerobokan berdasarkan Surat Keterangan Bebas Nomor W20.PK.01.01.02 – 1183

Setelah dinyatakan bebas, yang bersangkutan diserahterimakan kepada pihak Kantor Imigrasi TPI Khusus Ngurah Rai, untuk kemudian dilakukan BAP. HLM dinyatakan melanggar peraturan perundang -undangan.

“Sesuai dengan Pasal 75 UU Keimigrasian, maka yang bersangkutan dapat dikenakan sanksi administrasi berupa pendeportasian,” kata Jamaruli Manihuruk.

Selanjutnya dari Kantor Imigrasi Ngurah Rai memindahkan yang bersangkutan ke Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Denpasar pada Jumat 29 Oktober 2021 Pukul 14.00 Wita, yang selanjutnya dilakukan penahanan di Rudenim sembari menunggu pendeportasian.

Untuk passport dan tiket yang bersangkutan saat ini masih dipegang oleh konsulat negaranya, sambil menunggu jadwal penerbangan untuk pendeportasiannya.

Sementara anaknya, saat ini masih dibawah pengasuhnya atau tidak bersama ibunya di Rudenim. Anak yang bersangkutan juga akan ikut dipulangkan, dimana saat ini sudah ada fotokopi passportnya dan tiket keberangkatan.

“Ia dan anaknya dipastikan akan berangkat pada hari Selasa tanggal 2 November 2021 melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju Jakarta dengan menggunakan maskapai Garuda Indonesia dan selanjutnya dari Jakarta ke Amerika menggunakan maskapai Delta Airlines dengan singgah sebentar di Seoul, Korea Selatan,” jelas Jamaruli Manihuruk.

‘Yang bersangkutan diusulkan untuk mendapatkan pencekalan seumur hidup ke Direktorat Jenderal Imigrasi di Jakarta,” pungkasnya. (KI-01)

Check Also

Laksmi Shari dari Bali Terpilih Sebagai Puteri Indonesia 2022

KitaIndonesia.Com – Laksmi Shari De Neefe Suardana terpilih sebagai Puteri Indonesia 2022 setelah menyisihkan puluhan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *