Home / Politik / Banuartha: Demer Patahkan Tudingan Ambisius, Sugawa Pantas Jadi Nakhoda
Komang Takuaki Banuartha. (istimewa)

Banuartha: Demer Patahkan Tudingan Ambisius, Sugawa Pantas Jadi Nakhoda

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Provinsi Bali, 24 Februari 2020, memang telah usai. Namun forum musyawarah yang digelar sekali dalam lima tahun itu masih meninggalkan catatan yang tak terlupakan bagi seluruh kader yang hadir, tak terkecuali Ketua Panitia Pelaksana Musda Golkar Bali Komang Takuaki Banuartha.

“Dalam sejarah Golkar Bali, mungkin ini menjadi Musda terlancar dan paling kondusif,” kata Banuartha, di Denpasar, Selasa (25/2/2020).

Namun, menurut dia, bukan hal tersebut yang membuat Musda Golkar Bali 2020 mengukir catatan manis. Sebab justru keputusan besar yang diambil Gde Sumarjaya Linggih alias Demer, yang disebutnya jauh lebih istimewa.

“Sosok yang patut kita contoh. Beliau memiliki jiwa yang kuat dalam keadaan sulit sekalipun, menentukan pilihan yang tepat dalam menyatakan sesuatu demi kejayaan partai yang dia cintai. Dia selalu tersenyum, walaupun di lubuk hatinya menyimpan kesedihan yang dalam,” tutur Banuartha, yang kembali ditetapkan sebagai Bendahara DPD I Partai Golkar Provinsi Bali itu.

Selama ini, imbuhnya, banyak orang memandang Demer sebagai sosok ambisius yang ingin merebut posisi ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Bali. Tudingan itu menjadi semakin kuat, ketika DPP Partai Golkar memutuskan memberhentikan Ketut Sudikerta sebagai ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali serta menunjuk Demer menjadi Plt Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali.

Demer bahkan dihantam gerakan mempercepat Musda hingga opsi Musdalub begitu menempati kursi Plt Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali. Gerakan itu direspon Demer bersama pengurus pleno DPD Partai Golkar Provinsi Bali dengan memberhentikan enam ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten se-Bali. Buntutnya, Demer dan pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Bali diseret ke meja Mahkamah Partai Golkar di Jakarta oleh lima dari enam ketua DPD II yang diberhentikan.

Hanya saja gugatan ini berakhir dengan putusan Mahkamah Partai yang menolak seluruh gugatan kelima ketua DPD II. Itu artinya, keputusan Demer bersama DPD Partai Golkar Provinsi Bali sudah benar sesuai konstitusi organisasi. Meski begitu, Demer lagi – lagi diterpa kabar tak mengenakkan. Kemenangan di Mahkamah Partai, dianggap tidak fair sekaligus hanya memuluskan langkah Demer untuk menjadi ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali periode 2020-2025.

“Tetapi dalam Musda tanggal 24 Februari 2020, Demer membuktikan bahwa dia bukan seorang yang ambisius untuk merebut kekuasaan seseorang. Ia mundur dari pencalonan, meski sudah hampir pasti akan terpilih aklamasi oleh forum Musda,” ujar Banuartha.

“Sebagai kawan, saya sangat bangga dengan keputusan besar (Demer) ini, meski hati terasa sedih. Tetapi jika ini akan membuat semua akan menjadi lebih baik, akan banyak yang mengikuti jejak Demer untuk memiliki jiwa yang besar demi kepentingan banyak orang,” imbuh Ketua PDK Kosgoro 1957 Provinsi Bali ini.

Gde Sumarjaya Linggih bersama Nyoman Sugawa Korry, di sela-sela Musda Golkar Bali. (istimewa)

Dengan mundurnya Demer dari bursa pencalonan karena lebih memilih fokus sebagai Ketua DPP Partai Golkar dan wakil rakyat di Senayan, forum Musda lalu secara aklamasi mempercayakan Dr I Nyoman Sugawa Korry sebagai ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali periode 2020-2025. Tentu keputusan forum Musda ini bukan asal-asalan. Sebab Sugawa Korry bukanlah wajah baru di internal ‘Beringin’.

Politikus asal Buleleng yang telah lima periode duduk sebagai anggota DPRD Provinsi Bali itu, pernah menjadi ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Buleleng. Sugawa Korry juga duduk sebagai Sekretaris DPD I Partai Golkar Provinsi di era kepemimpinan Ketut Sudikerta hingga Demer. Bahkan saat ini, Sugawa Korry duduk sebagai wakil ketua DPRD Provinsi Bali.

Bagi Banuartha, perjalanan panjang Sugawa Korry di Partai Golkar sangat layak diapresiasi. Bukan itu saja. Komitmen besar Sugawa Korry untuk tetap bersama Golkar membesarkan organisasi, walau sempat ditendang dari kepengurusan satu dekade silam, sangat pantas jika saat ini “memetik hasil” yang manis.

“Selamat bertugas Bapak I Nyoman Sugawa Korry. Bapak pantas diberikan jabatan ketua, karena memiliki komitmen dan semoga bisa membawa Golkar Bali lebih besar lagi dan terus merawat serta menjaga soliditas ini,” pungkas Banuartha. (KI4)

Check Also

Baliho Puan Mejeng di Berbagai Daerah, Pengamat: Untuk Persiapan Pilpres 2024

Jakarta (KitaIndonesia.Com) -Pemasangan baliho Puan Maharani di sejumlah daerah ditengarai sebagai persiapan menghadapi pemilihan presiden …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *