Home / Pemerintahan / Bansos Hanya Turunkan 0,25 Persen Angka Kemiskinan
Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin Kemensos RI Andi Zainal Abidin Dulung. (kitaindonesia.com/san edison)

Bansos Hanya Turunkan 0,25 Persen Angka Kemiskinan

Badung (KitaIndonesia.Com) – Kementerian Sosial (Kemensos) RI beberapa tahun belakangan terus menggelontor bantuan sosial (Bansos) untuk keluarga miskin. Di antaranya adalah BPNT, PKH dan lainnya. Belum lagi bansos yang dikucurkan oleh kementerian lainnya, yang dimaksudkan untuk mempercepat penurunan angka kemiskinan.

Berbagai program bansos ini memang berhasil menekan angka kemiskinan. Namun, jumlahnya tak signifikan. Angka kemiskinan hanya turun dari 9,66 persen tahun 2018 menjadi 9,41 tahun 2019 atau sekitar 0,25 persen.

Terkait hal ini, Direktorat Penanganan Fakir Miskin Wilayah II Direktorat Jenderal Penanganan Fakir Miskin Kementerian Sosial (Kemensos) RI menggelar kegiatan ‘Evaluasi Pelaksanaan Bantuan Sosial’, di Harris Hotel, Jalan Sunset Road, Kuta, Bali, 13-16 November 2019.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin Kemensos RI Andi Zainal Abidin Dulung, Rabu (13/11/2019) malam. Menurut Andi Zainal, kegiatan bantuan sosial selama ini sudah berjalan sangat baik.

“Apa yang kita laksanakan selama ini, boleh dikatakan sudah berhasil, karena memberikan manfaat kepada penerima. Angka kemiskinan juga turun dari 9,66 persen tahun 2018 menjadi 9,41 tahun 2019,” jelas Andi Zainal, dalam arahannya pada pembukaan acara tersebut.

Ia menambahkan, meskipun ada penurunan angka kemiskinan melalui kegiatan bantuan sosial, namun ternyata efeknya tidak permanen. Karena itu, Menteri Sosial RI Juliari P Batubara menginginkan agar ke depan rutinitas bantuan sosial ini dialihkan ke program pemberdayaan.

“Penurunan angka kemiskinan melalui bantuan sosial ternyata tidak permanen. Padahal kita ingin, masyarakat miskin menjadi sejahtera. Karena itu, ke depan bantuan sosial dialihkan ke program pemberdayaan,” tandas Andi Zainal.

Dikatakan, ada beberapa cara agar masyarakat miskin menjadi sejahtera. Salah satunya adalah dengan mengurangi pengeluaran rutin mereka. Untuk hal ini, pemerintah melalui Kemensos mengucurkan bantuan sosial, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan lainnya.

BACA JUGA:   PLN Paparkan Rencana Kelistrikan di Bali Saat Dikunjungi Komisi VII DPR RI

“Selain itu, yang harus kita pikirkan, bagaimana supaya mereka mendapatkan penghasilan tetap sehingga tidak tergantung bantuan sosial lagi. Sesuai pengarahan Bapak Presiden dalam rapat terbatas, maka sangat dibutuhkan pemberdayaan. Ini fokus kita ke depan,” ujar Andi Zainal.

Kegiatan ini dihadiri sebanyak 400 peserta, yang terdiri dari Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin dan Kepala Dinas Sosial Provinsi se-wilayah II, Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin dan Kepala Dinas Sosial Kabupaten/ Kota se-wilayah II, serta tim dari pusat.

“Kegiatan ini dilaksanakan untuk mendapatkan informasi tentang permasalahan yang mengganjal dalam penyaluran bantuan sosial selama ini,” jelas Direktur Fakir Miskin Wilayah II Direktorat Jenderal Penanganan Fakir Miskin Kemensos RI I Wayan Wirawan, dalam laporannya pada kesempatan tersebut.

Selain itu, imbuhnya, kegiatan evaluasi ini juga dilaksanakan untuk mendapatkan solusi terhadap berbagai permasalahan, terutama terkait penyajian data fakir miskin. Sebab selama ini, data masih berbeda – beda untuk setiap program.

“Selanjutnya dalam kegiatan evaluasi ini, diharapkan dapat memperoleh kesepakatan tentang mekanisme untuk mempercepat penyampaian bantuan sosial setiap bulannya kepada para penerima,” tutur Wirawan.

Sementara itu Kadis Sosial Provinsi Bali I Dewa Gede Mahendra, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Kemensos RI yang telah mempercayakan Bali sebagai tempat pelaksanaan kegiatan ini. Ia berharap, dengan keindahan alam dan budaya Bali, kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar serta targetnya tercapai.

“Kami ucapkan selamat datang di Pulau Dewata. Selamat melaksanakan kegiatan. Dan jika ada kesempatan selesai kegiatan, jangan lupa nikmati keindahan alam dan budaya Bali,” kata Mahendra. (KI4)

Check Also

DPRD Bali Tetapkan Tiga Perda

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Tiga dari empat Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang diajukan oleh Gubernur Bali …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *