Home / Nusantara / Bandara dan Pelabuhan di Labuan Bajo Tetap Dibuka, Lockdown Gagal Diberlakukan
Kapal penumpang tetap bersandar di Pelabuhan Labuan Bajo, Kamis (26/3/2020). (istimewa)

Bandara dan Pelabuhan di Labuan Bajo Tetap Dibuka, Lockdown Gagal Diberlakukan

Labuan Bajo (KitaIndonesia.Com) – Pemkab Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur sesungguhnya menginginkan untuk menutup akses bagi semua orang dari dan menuju Labuan Bajo, baik melalui darat, laut dan udara, untuk mencegah meluasnya penyebaran virus corona (Covid-19).

Dalam rancangan Pemkab Manggarai Barat, untuk lockdown lokal tersebut seluruh kapal penumpang, termasuk kapal penyeberangan ferry ASDP, kapal penumpang PELNI, dan kapal penumpang lainnya serta pesawat udara, ditutup operasionalnya dalam tenggang waktu sembilan (9) hari, terhitung mulai tanggal 26 Maret Pukul 01.00 Wita sampai dengan 3 April 2020 Pukul 24.00 Wita.

Upaya memberlakukan lockdown lokal ini sebagaimana terungkap dalam Surat Bupati Manggarai Barat Nomor Kesra.440/ 94/ III/ 2020 dengan perihal Penutupan Pelabuhan Laut dan Bandar Udara. Surat tertanggal 25 Maret 2020 yang ditujukan kepada Menteri Perhubungan RI itu, ditandatangani Wakil Bupati Manggarai Barat drh Maria Geong, PhD.

Sayangnya, upaya Pemkab Manggarai Barat memberlakukan lockdown lokal ini gagal dilaksanakan. Sebab baik Bandara Komodo maupun Pelabuhan Labuan Bajo, tetap dibuka seperti biasa tanggal 26-27 Maret 2020.

Dari pantauan kitaindonesia.com, Kamis (26/3/2020), sejumlah penerbangan dari dan menuju Bandara Komodo tetap beroperasi sepanjang hari. Begitu juga pantauan di Pelabuhan Labuan Bajo, di mana kapal penumpang Binaiya tetap bersandar. Ada 445 penumpang asal Makassar, Sulawesi Selatan, yang turun di Pelabuhan Labuan Bajo.

“Kedatangan para penumpang ini tidak bisa dibatalkan karena jadwal pelayaran sudah terjadwal jauh sebelum surat dari Pemkab Manggarai Barat ke luar. Ada 445 penumpang asal Makasar yang tiba di Pelabuhan Labuan Bajo menggunakan kapal Binaiya. Mereka tetap harus diturunkan di sini,” papar Kepala Syahbandar Pelabuhan Labuan Bajo, Simon S Baon, saat dikonfirmasi terkait masih beroperasinya pelabuhan tersebut.

Sementara itu, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat mengimbau agar seluruh Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara agar tidak menutup penerbangan dari dan ke bandara masing-masing. Imbauan Gubernur NTT tersebut sebagaimana terungkap dalam Surat Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTT Isyak Nuka, Nomor Dishub.550/ 551.22/ III/ 2020, tertanggal 26 Maret 2020.

Dalam surat tersebut, disampaikan beberapa alasan penting sehingga akses transportasi udara tetap perlu dibuka selama masa penanganan wabah Covid-19. Seperti, mudah mengontrol jumlah penumpang dan barang.

Selain itu, bandara merupakan objek vital yang tidak hanya melayani penerbangan untuk penumpang, tetapi juga angkutan kargo, logistik, dan pos. Karena itu, layanan transportasi udara sangat dibutuhkan masyarakat.

“Bandar udara juga mempunyai fungsi sebagai bandar udara alternatif bagi penerbangan yang mengalami kendala teknis maupun operasional serta melayani penerbangan untuk penanganan kesehatan serta untuk mengangkut sampel tes Covid-19,” demikian isi surat tersebut.

Secara terpisah, Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara Komodo I Ketut Gunarsa, melalui Surat Nomor: UM.202/ 03/ 276/ UPBU.Kmd-2020, juga memastikan bahwa Bandara Komodo tetap beroperasi normal seperti biasa.

“Pelayanan penerbangan tiap hari dari dan ke Bandar Udara Komodo Labuan Bajo tetap berjalan normal sesuai jam operasional bandar udara dari jam 07.00 sampai dengan 20.00 Wita,” tulis Ketut Gunarsa, dalam surat tertanggal 26 Maret 2020 itu. (KI21)

Check Also

Ajak Masyarakat Vaksin dan Jaga Imun, Togar Situmorang: Jangan Remehkan Virus Corona!

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Hampir dua tahun dunia dirundung bencana wabah virus corona. Virus yang berasal …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *