Home / Nusantara / ASITA MAYA Tolak Sistem Tiket Online dan Pembatasan Wisatawan di TNK
Ketua ASITA Manggarai Raya, Donatus Matur. (istimewa)

ASITA MAYA Tolak Sistem Tiket Online dan Pembatasan Wisatawan di TNK

Labuan Bajo (KitaIndonesia.Com) – Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) menerapkan sistem pemesanan tiket online dan pembatasan jumlah wisatawan untuk masuk ke dalam kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) dan beberapa destinasi wisata lainnya di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Kebijakan ini mendapat penolakan dari para pelaku usaha jasa perjalanan wisata yang tergabung dalam wadah Association Of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Manggarai Raya (MAYA). Bagi para pelaku wisata, penerapan carrying capacity pada masa tatanan kehidupan era baru ini sangat tidak mendukung upaya pemulihan pariwisata di ujung barat Pulau Flores itu.

“Inikan masa pemulihan sektor pariwisata pasca-lockdown karena pandemi Covid-19. Anggota ASITA Manggarai Raya sedang berusaha meyakinkan wisatawan untuk datang berkunjung melihat Komodo. Saat yang sama, BTNK menerapkan carrying capacity. BTNK tampak tidak melihat kondisi ekonomi, khususnya bagi pelaku pariwisata yang terkena dampak langsung akibat pandemi Covid-19,” kata Ketua ASITA MAYA, Donatus Matur, di Labuan Bajo, Sabtu (31/7/2020).

Ia berargumen, penerapan carrying capacity karena alasan protokol kesehatan, sangat tidak rasional. Sebab TNK bukan kebun binatang atau museum, sehingga ada potensi terjadinya penumpukan wisatawan.

“Kawasan Taman Nasional Komodo merupakan kawasan terbuka dan luas yang terdiri dari beberapa pulau. Sebanyak apapun pengunjung yang ke sana, tinggal diatur secara teknis setiap spot atau destinasi wisata,” ujar Don, sapaan akrab Donatus Matur.

BACA JUGA:   Kapolres Mabar: Silaturahmi Virtual Tak Kurangi Spirit Idulfitri

Selanjutnya, ia juga menyinggung soal dengan rencana penerapan pemesanan Tiket online. Menurut Donatus Matur, ide awal sistem booking online dari Dinas Pariwisata Kabupaten Manggara Barat.

“Tujuannya agar pelayanan satu pintu tiket masuk ke dalam kawasan Taman Nasional Komodo, dengan maksud meningkatkan pendapatan asli daerah Manggarai Barat dari sektor pariwisata,” ucapnya.

“Booking online merupakan satu kesatuan dengan carrying capacity. Dalam sistem ini, TNK sudah mengatur kuota wisatawan. Sehingga pada saat anggota kami melakukan registrasi online tetapi kuota sudah habis, tamu kami mau dikemanakan?” imbuh Donatus Matur.

Pada prinsipnya, lanjut dia, ASITA MAYA mendukung upaya pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dalam menggenjot pendapatan daerah dari sektor pariwisata. Namun kebijakan yang diambil, jangan sampai merugikan pelaku pariwisata.

“Kami sangat mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan pendapatan asli daerah dan juga pendapatan masyarakat Labuan Bajo tentunya,” kata Donatus Matur.

Secara terpisah salah satu anggota ASITA MAYA, Franco mengatakan bahwa wisatawan yang berkunjung ke TNK adalah wisatawan yang sudah memenuhi standar protokoler kesehatan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

“Yang paling penting itu menerapkan standar protokoler kesehatan di masing-masing obyek wisata. Tapi tidak dengan cara menerapkan carrying capacity,” tandasnya.

Franco pun meminta kepada pemerintah agar semua rencana dan wacana carrying capacity dan booking online dikaji ulang, sebelum nantinya diterapkan. Jangan sampai kebijakan tersebut merugikan pelaku usaha wisata. (KI-01)

Check Also

Warga Gorontalo Tutup Akses Jalan Simpang Pede

Labuan Bajo (KitaIndonesia.Com) – Warga Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *