Home / Hukum / Arteria Dahlan Sentil Mafia Tanah di Bali, Togar Situmorang: Itu Sudah Rahasia Umum
Advokat Togar Situmorang, SH, MH, MAP, CMed, CLA. (istimewa)

Arteria Dahlan Sentil Mafia Tanah di Bali, Togar Situmorang: Itu Sudah Rahasia Umum

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Anggota DPR RI Arteria Dahlan menyinggung soal keberadaan mafia tanah di Bali saat dengar pendapat DPR RI bersama Jaksa Agung. Pernyataan Arteria Dahlan ini beredar luas melalui sebuah cuplikan video.

Menurut Advokat Togar Situmorang, SH, MH, MAP, CMed, CLA, apa yang disampaikan legislator di Senayan itu bukan mengada-ada. Hal itu memang benar adanya di Bali dan bahkan sudah menjadi rahasia umum.

“Apa yang disampaikan Arteria Dahlan terkait keberadaan mafia tanah di Bali adalah sebuah fakta yang tidak terbantahkan. Itu sudah menjadi rahasia umum,” ujar pengacara senior ini, kepada Labuan Bajo Terkini, Sabtu 22 Januari 2022.

Togar Situmorang sendiri mengaku melihat fakta-fakta hukum yang memang sangat tidak sesuai dengan hukum terkait sejumlah tanah di Bali.

“Misalnya, pemilik lahan ada memegang girik, lantas di atas girik tersebut ada sertifikat, tapi sertifikat itu bukan nama perorangan melainkan nama perusahaan,” bebernya.

Parahnya lagi, demikian pengacara berdarah Batak kelahiran Jakarta ini, di Bali ada Tahura (Taman Hutan Raya) yang malah disertifikatkan menjadi serifikat hak milik (SHM).

“Lahan Tahura yang seharusnya tidak boleh dimohonkan menjadi sertifikat hak milik, itu ternyata bisa. Ini kan jelas sangat miris,” ujar Togar Situmorang.

Ia mengatakan, adanya mafia tanah ini tak lepas dari adanya campur tangan dari stakeholder, dan oknum aparat hukum lainnya yang sudah menjadi bagian konspirasi.

Bahkan, Togar Situmorang juga menyebut bahwa ada oknum notaris juga oknum pengacara nakal ikut dalam praktik mafia peradilan, yang sengaja membuat gugatan fiktif terkait wanprestasi yang pada akhirnya terjadi drama gugat menggugat di pengadilan.

“Praktik mafia peradilan ini dilakukan supaya ada putusan yang inkracht melalui pengadilan, sehingga kalau ada yang mengklaim atas tanah tersebut maka otomatis tidak berdasar karena sudah ada putusan pengadilan yang inkracht,” ujar Togar Situmorang.

Menariknya lagi, imbuhnya, mafia tanah, khususnya di Bali bekerja dan menyasar tanah-tanah yang lokasinya cukup strategis.

“Keberadaan mafia tanah di Bali tidak bisa dipandang sebelah mata. Buktinya sampai saat ini banyak kasus-kasus tanah yang ditangani Polda tidak jalan bahkan sudah tersangka tapi belum ada kejelasan selanjutnya,” kata Togar Situmorang.

Karena itu, jika ingin memberantas mafia tanah di Bali, maka semua pihak, mulai dari stakeholder seperti Gubernur, Kapolda, Jaksa, BPN, Notaris, Pengacara sampai ke aparat penegak hukum lain harus sejalan dan memiliki tujuan yang sama untuk tidak toleransi pada mafia tanah.

Terkait penyataan Arteria Dahlan yang menyebut dan menyingung nama salah satu Kajari terkait penanganan kasus tanah di Bali, Togar Situmorang juga menyebut bahwa selain sudah menjadi rahasia umum hal itu juga merupakan sebuah fakta.

“Sekarang tinggal bagaimana pimpinan dari institusi Kejaksaan tersebut bisa jujur dengan kondisi yang ada. Dan karena sudah menyebut nama maka harus legowo, jangan hanya sekadar dipecat, tapi juga masukin ke penjara,” pungkas Togar Situmorang, yang memiliki kantor beralamat di Jalan Gatot Subroto Timur Nomor 22 Denpasar; Jalan Raya Gumecik Gg Melati Nomor 8, By Pass Prof IB Mantra, Ketewel; Jalan Teuku Umar Barat Nomor 10, Krobokan; Jalan Kemang Selatan Raya Nomor 99, Gd Piccadilly, Jakarta; serta Jalan Terusan Jakarta Nomor 181 Ruko Harmoni Kav 18, Antipani Bandung ini. (KI-01)

Check Also

Polsek Denbar Jaga Kamtibmas

Denpasar – Kita Indonesia, Sebagai upaya mencegah kejahatan jalanan diakhiri pekan khususnya dimalam Minggu adalah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *