Home / Peristiwa / Nasional / Anggota Komisi III DPR Dukung Polri Bentuk Patroli Siber
Anggota Komisi III DPR RI Eva Yuliana, MSi. (istimewa)

Anggota Komisi III DPR Dukung Polri Bentuk Patroli Siber

Jakarta (KitaIndonesia.Com) – Media sosial (Medsos) kini telah menjadi salah satu kekuatan baru. Siapa yang bisa menguasai media sosial, tentu mampu menggiring opini ribuan bahkan jutaan orang pengguna media sosial.

Namun demikian, masih banyak juga oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab menyebarkan ujaran kebencian, berita menyesatkan dan hoaks di media sosial. Karena itu, diperlukan payung hukum yang jelas, untuk melindungi pengguna media sosial dari terpaan hoaks.

Salah satunya adalah dengan dibentuknya patroli siber yang merupakan instruksi langsung dari Kapolri. Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Pol Slamet Uliandi, melalui timnya bergerak cepat dan aktif di media sosial untuk meluruskan informasi-informasi sesat dan hoaks yang menggiring opini publik.

Langkah Polri ini mendapat dukungan penuh dari Eva Yuliana, MSi, anggota Komisi III DPR RI.

“Saya sendiri mendukung langkah Kapolri dalam melaksanakan penertiban di media sosial, dengan pembentukan patroli siber. Saya pikir ini bukan pembatasan hak menyampaikan pendapat, hanya saja, penyampaian pendapat harus disertai dengan kebenaran, bukan informasi menyesatkan, fitnah, ujaran kebencian, apalagi dengan hoaks,” ujar Eva Yuliana, di Jakarta, Rabu 14 Juli 2021.

Contoh kasus yang baru-baru ini menyita perhatian publik adalah dengan diamankannya seorang dokter yang membuat opini tentang Covid-19, yakni dr Lois Owien.

Eva berpendapat, kasus ini perlu mendapatkan tanggapan yang serius. Sebab, opini yang dinyatakan dr Lois melalui kanal media massa menyesatkan publik dan cenderung kontra produktif dengan percepatan penanganan pandemi Covid-19 yang tengah dilaksanakan.

“Dokter Lois sampai ditangkap, ini bagus. Artinya, informasinya yang cukup meresahkan masyarakat, dipantau terus oleh badan siber. Saya sendiri mengapresiasi tindakan dari kepolisian dengan menangkap yang bersangkutan,” ucapnya.

Hal ini, menurut Eva, menunjukkan Polri serius menindak pelaku hoaks dan disinformasi yang meresahkan publik.

“Sebab seperti yang kita tahu, yang bersangkutan di hadapan penyidik sudah mengakui bahwa apa yang menjadi statemen darinya tidak didasari pada riset medis. Tentu jika ini dipercaya masyarakat, akan mencelakakan,” tandasnya.

Eva mengakui bahwa dalam beberapa waktu terakhir, tindakan kejahatan siber cukup meresahkan masyarakat. Terutama marak beredar informasi palsu dan menyesatkan.

Kejahatan ini menjadi sangat berbahaya, karena menyesatkan masyarakat, dan ini merupakan PR besar bagi Bareskrim Polri.

“Karenanya saya juga mengapresiasi tindakan Polri selanjutnya, yakni melalui Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri yang juga Ketua Satgas PRESISI Polri Brigjen Pol Slamet Uliandi, dengan melakukan tindakan yang dalam kasus mengedepankan keadilan restoratif atau restorative justice dalam penyelesaian kasus ini. Ini menunjukkan kemajuan bagi institusi Polri menuju arah yang humais dan presisi,” ucapnya.

Ava berharap, hal ini bisa menjadi edukasi bagi semua, untuk bisa bijak dalam mengemukakan opini. Terlebih jika opini tersebut berpotensi untuk meresahkan masyarakat yang tengah berjuang untuk lepas dari pandemi Covid-19.

“Saya mendukung tindakan Patroli Siber Polri yang mendukung tugas pemerintah dalam membasmi Covid-19, dengan menetralisir berita hoaks tentang Covid-19 dan vaksinasi. Mari menggunakan media sosial dengan baik dan bijak, sehingga kasus-kasus seperti ini tidak terulang kembali,” pungkas Eva. (KI-01)

Check Also

Rencana Bali Dibuka Bagi Wisman, Jamaruli Manihuruk: Petugas Imigrasi Selalu Siap di Lapangan

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Pemerintah berencana membuka pintu bagi kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) ke Indonesia. Sebagai …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *