Home / Ekonomi / Anggaran Proyek 2020 Dicairkan 2021? Ketua Askonas Bali: Jangan Bebankan Kontraktor!
Ketua DPD Askonas Provinsi Bali I Made Sumberjaya. (istimewa)

Anggaran Proyek 2020 Dicairkan 2021? Ketua Askonas Bali: Jangan Bebankan Kontraktor!

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Pandemi Covid-19 telah memberikan dampak di segala sektor, tak terkecuali sektor jasa konstruksi. Salah satu yang paling menonjol adalah minimnya proyek konstruksi sepanjang tahun 2020, akibat banyaknya program yang dipangkas untuk membiayai penanganan Covid-19.

Bukan itu saja, sebab di tengah minimnya proyek, para pengusaha jasa konstruksi ternyata masih harus menghasilkan beban lainnya. Yang paling rumit adalah, kontraktor tetap mengerjakan proyek yang merupakan program tahun anggaran 2020, namun dananya baru bisa dicairkan pada tahun anggaran 2021.

Kondisi ini sebagaimana disampaikan oleh Ketua DPD Askonas (Asosiasi Kontraktor Nasional) Provinsi Bali I Made Sumberjaya, di Denpasar, Jumat (18/9/2020). Menurut dia, sejak dilantik sebagai Ketua DPD Askonas Bali tanggal 25 Agustus lalu, dirinya banyak mendapatkan keluhan dari anggota.

“Ada banyak keluhan kontraktor yang kami terima. Semoga bisa mendapat perhatian dari pemerintah,” tutur Made Sumberjaya.

Ketua DPD Askonas Provinsi Bali I Made Sumberjaya bersama pengurus, saat dilantik beberapa waktu lalu. (istimewa)

Ia mencontohkan sejumlah kontraktor di Kabupaten Gianyar, yang justru diberikan opsi oleh dinas saat memenangkan tender. Opsi tersebut dinilainya cukup memberatkan kontraktor.

BACA JUGA:   Pilar Pasar Badung Roboh, Togar Situmorang: Tindak Tegas Jika Ada Mafia Proyek!

“Ada kontraktor yang menang tender, tetapi malah ditanyakan oleh dinas, apakah tetap mau mengerjakan proyek tahun 2020 ini tetapi baru dibayar tahun 2021?” ujar Made Sumberjaya.

Ia pun meminta Pemkab Gianyar, agar memberikan perhatian khusus terkait hal ini. Pasalnya, di tengah pandemi Covid-19 ini, kontraktor dibebankan dengan minimnya proyek.

“Kontraktor ini sudah susah dengan minimnya proyek. Jangan lagi dong diberikan beban tambahan dengan opsi seperti ini. Kalau berani tender, artinya kan dananya ada. Tetapi kenapa malah ada opsi pencairannya justru diundur sampai tahun 2021?” tandas Made Sumberjaya.

Ia tak menampik bahwa pandemi Covid-19 telah membuat keterpurukan di semua bidang, termasuk program pemerintah. Namun, pemerintah tentu sudah mempertimbangkan dengan matang, terutama terkait ketersediaan anggaran, apabila memutuskan tender jalan terus.

“Sekali lagi, kalau berani tender, maka itu artinya ada anggarannya. Sangat aneh kalau anggarannya ada, proyek jalan terus, tetapi baru dibayar 2021. Jadi mohon pemerintah, khususnya Pemkab Gianyar, memberikan perhatian khusus terkait ini,” pungkas Made Sumberjaya. (KI-01)

Check Also

Musda DPC Askonas Se-Bali Sukses, Sumberjaya Langsung Lantik Pengurus Terpilih

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Sembilan DPC Asosiasi Kontraktor Nasional (Askonas) Kabupaten/ Kota se-Bali menggelar Musyawarah Cabang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *