Home / Nusantara / Ancaman DBD di Tengah Badai Corona, Banuartha Lakukan Fogging di Banjar
Komang Takuaki Banuartha. (istimewa)

Ancaman DBD di Tengah Badai Corona, Banuartha Lakukan Fogging di Banjar

Gianyar (KitaIndonesia.Com) – Seluruh perhatian pemerintah dan masyarakat di Tanah Air saat ini tertuju pada upaya penanganan virus corona (Covid-19). Maklum, jumlah kasus positif Covid-19 terus bertambah setiap harinya, dengan angka korban jiwa yang cukup tinggi.

Parahnya di tengah badai corona ini, justru ada ada ancaman lain yang mengintai masyarakat, yakni Demam Berdarah Denque (DBD). Bahkan berdasarkan data Kementerian Kesehatan pada Januari sampai awal Maret 2020, jumlah yang meninggal dunia akibat DBD di Indonesia mencapai 94 jiwa.

Dari jumlah itu, pasien terbanyak ditemukan di Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan 29 orang, disusul Jawa Barat 15 orang, dan Jawa Timur 11 orang. Tiga provinsi itu merupakan zona merah untuk kasus DBD di Indonesia.

Sementara itu, tujuh korban tewas akibat DBD juga ditemukan di Provinsi Lampung, empat orang di Jawa Tengah, dan masing-masing tiga orang di Bengkulu dan Sulawesi Tenggara. Empat provinsi tersebut masuk dalam zona kuning untuk kasus DBD.

Selanjutnya, dua kasus kematian akibat DBD juga ditemukan masing-masing di Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kallimantan Timur, dan Sulawesi Tengah. Adapun satu kasus kematian akibat DBD ditemukan masing-masing di Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Sulawesi Utara, dan Nusa Tenggara Barat.

Sementara Bali, memang belum separah daerah – daerah tersebut. Namun, masyarakat di Pulau Dewata tetap harus mewaspadai ancaman DBD ini. Apalagi jumlah kasus DBD di beberapa kabupaten cukup tinggi, seperti di Kabupaten Gianyar.

Berdasarkan data, sampai dengan pertengahan Maret 2020 ada 275 kasus positif DBD yang dirawat di RSUD Sanjiwani Gianyar. Hal itu menjadikan Gianyar menjadi salah satu daerah dengan kasus DBD tertinggi di Bali.

Komang Takuaki Banuartha saat melakukan fogging di Banjar Sindu, Desa Sayan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali. (istimewa)

Kondisi ini mendapat perhatian khusus dari tokoh masyarakat Bali asal Gianyar Komang Takuaki Banuartha. Pria ramah yang akrab disapa Mang Banu ini terketuk hatinya untuk bergerak mengantisipasi terus meluasnya kasus DBD di daerah seni itu, khususnya di kampung halamannya.

“Situasi sekarang kita juga perlu waspada akan demam berdarah atau DBD. Kita jangan hanya terlalu sibuk dan fokus mencegah virus corona tapi lupa dan terlena dengan ancaman DBD yang juga tak kalah berbahaya, yang bisa mematikan,” tutur Banuartha, di kediamannya, di Banjar Sindu, Desa Sayan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, Minggu (5/4/2020).

Pada kesempatan tersebut, Ketua HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) Peduli Provinsi Bali ini baru selesai melakukan fogging atau pengasapan secara swadaya atau mandiri untuk mencegah DBD di Banjar Sindu. Ia merasa terpanggil berbakti untuk melakukan fogging di wilayah banjarnya guna memastikan masyarakat setempat terhindar dari kasus DBD akibat nyamuk aedes aegypti itu.

Tak hanya melakukan fogging, Banuartha yang juga Bendahara DPD Partai Golkar Provinsi Bali ini juga sekaligus menyerahkan bantuan berupa cairan disinfektan dan hand sanitizer kepada warga sekitar untuk pencegahan virus corona.

Bendahara Satgas Covid-19 DPD Partai Golkar Provinsi Bali ini bahkan juga memberikan edukasi kepada warga, tentang bagaimana mencegah virus corona dan juga DBD. Sebab dua hal ini menjadi ancaman nyata masyarakat saat ini.

“Kesadaran dan perhatian kita mencegah virus corona dan DBD harus ditingkatkan agar angka kasus positif corona maupun DBD bisa ditekan,” harap Banuartha, yang juga Ketua PDK Kosgoro 1957 Provinsi Bali ini.

Politisi muda yang juga Ketua Jenggala Center Provinsi Bali ini pun terus menggugah peran aktif masyarakat berbasis banjar maupun desa adat, untuk memproteksi dan melindungi warga serta wilayahnya dari ancaman virus corona dan DBD ini. Ia berharap kader-kader jumantik di masing-masing desa di seluruh Gianyar dapat terbentuk dan berperan aktif memberantas perkembangan sarang nyamuk sehingga angka kasus DBD dapat ditekan.

“Kita tentu prihatin kasus DBD di Gianyar melonjak tajam. Perlu peran serta kita semua agar tidak lagi ada korban,” pungkas Banuartha, yang juga Ketua Dewan Pengawas Tata Krama (Depeta) DPD Asita Bali ini. (KI4)

Check Also

Ajak Masyarakat Vaksin dan Jaga Imun, Togar Situmorang: Jangan Remehkan Virus Corona!

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Hampir dua tahun dunia dirundung bencana wabah virus corona. Virus yang berasal …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *