Home / Nusantara / Ajak Masyarakat Vaksin dan Jaga Imun, Togar Situmorang: Jangan Remehkan Virus Corona!
Advokat Togar Situmorang, SH, MH, MAP, CMed, CLA. (istimewa)

Ajak Masyarakat Vaksin dan Jaga Imun, Togar Situmorang: Jangan Remehkan Virus Corona!

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Hampir dua tahun dunia dirundung bencana wabah virus corona. Virus yang berasal dari Wuhan, Cina ini sudah banyak merenggut nyawa manusia di seluruh dunia.

Tak sampai di situ, virus ini terus beregenerasi dengan beberapa varian terbaru. Kondisi ini tentu membuat kondisi masyarakat dunia semakin terpuruk.

Tidak hanya sektor ekonomi, pandemi Covid-19 yang berkepanjangan ini juga telah membuat sektor lainnya ikut “sesak napas”. Situasi yang tidak pernah dibayangkan oleh masyarakat dunia sebelumnya.

“Tentu ini situasi yang paling sulit. Namun, dalam setiap kesulitan pasti selalu ada berkah. Ada kemauan gotong – royong, bahu – membahu, menguatnya rasa solidaritas di berbagai masyarakat untuk semangat bangun, bangkit dan sadar bersama dalam perjuangan di tengah ketidakpastian melawan musuh yang tidak terlihat dan mematikan ini,” kata advokat yang juga pengamat kebijakan publik Togar Situmorang, SH, MH, MAP, CMed, CLA, di Denpasar, Minggu 22 Agustus 2021.

Berkah ini, menurut dia, semakin terlihat di tengah masyarakat. Saat bersamaan, semua masyarakat juga saling membangun optimisme untuk menjadi ‘Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh’.

“Memang kita sekarang ini berada di posisi sulit. Kita hanya bisa bersabar dan bertahan dengan adanya pandemi ini. Mungkin hal ini adalah cobaan dari Tuhan untuk kita semua yang harus dijalani,” tuturnya.

Selain berbagai sektor terpuruk, imbuh advokat berdarah Batak ini, banyak kebiasaan yang yang turut berubah akibat pandemi ini terutam tiap kali ke luar rumah atau ke luar kota. Demikian halnya saat ke luar negeri.

“Sejak pandemi Covid-19, peraturan banyak berubah dan tambahan barang yang harus dibawa. Ada masker wajah, tisu basah, cairan pembersih tangan, sarung tangan dan lain-lain sesuai kebutuhan masing-masing,” ucapnya.

Bukan hanya itu, yang tak kalah penting untuk dibawa ke mana – mana adalah sertifikat bukti vaksin Covid-19, atau bukti sudah sembuh dari Covid-19.

“Di zaman sekarang ini sudah tidak cukup bawa dan berbekal kartu tanda penduduk. Segala macam bukti di atas wajib dibawa jadi akses masuk ke tempat tempat umum, seperti kafe, mal, restoran, perkantoran, taman, tempat pertunjukan. Khusus untuk pergi ke luar negeri, bahkan tidak cukup bukti vaksin saja. Orang juga wajib punya asuransi perjalanan,” ucapnya.

Bukti vaksin itu, demikian Togar Situmorang, kini bahkan menjadi syarat utama masuk ke semua negara. Ini sekaligus syarat agar tidak perlu jalani kewajiban karantina.

“Jadi boleh bepergian ke mana – mana, asal punya bukti yang diuraikan di atas. Sertifikat bukti vaksin Covid-19 atau bukti sudah sembuh dari Covid -19, mungkin sudah lebih penting seperti halnya kartu tanda penduduk atau kartu kredit,” tandas Togar Situmorang.

Mengingat demikian pentingnya bukti vaksin ini, ia pun mengajak masyarakat untuk mengikuti vaksin. Bukan itu saja, masyarakat juga didorong untuk menjaga imun serta menaati protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.

“Memang sekarang ada istilah New Normal, atau perubahan perilaku atau kebiasaan untuk tetap menjalankan aktivitas seperti biasa. Namun diharapkan untuk selalu menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19. Himbauan dari pemerintah ini menganjurkan agar kita bisa hidup ‘berdampingan’ dengan virus yang telah menelan ratusan ribu jiwa kematian di seluruh dunia ini,” ucapnya.

Definisi new normal sebagaimana disebutkan dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/ Menkes/ 382/ 2020 Tentang Protokol Kesehatan bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum Dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

“Jadi kita memang harus tetap waspada dengan adanya virus corona ini. Sebab virus ini memang benar ada. Jangan meremehkan virus ini karena bisa berakibat fatal,” tegasnya.

Togar Situmorang sendiri sudah merasakan sendiri keganasan virus ini. Ia masuk Rumah Sakit Bali Mandara pada Selasa 29 Juni 2021. Sebelumnya, ia melakukan isolasi mandiri setelah dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil tes PCR tanggal 23 Juni 2021.

“Tanggal 23 (Juni) PCR hasilnya positif. Saya isolasi mandiri, sampai tanggal 29 (Juni) malam sudah gak kuat. Nafas sesak, kepala muter, dunia kayak kiamat dan badan sudah gak bisa gerak. Makanya malam itu jam 12 langsung dibawa ke Rumah Sakit Bali Mandara untuk masuk ruang ICU, dan selama 16 hari saya berjuang dengan maut, apalagi usia saya sudah 55 tahun itu sangat rawan,” ucapnya.

Karena pengalaman pribadi ini, Togar Situmorang pun mengajak masyarakat untuk tetap waspada dan menjaga imun. Ia juga berharap, agar masyakarat menyadari pentingnya vaksinasi.

“Mari kita tetap disiplin menaati protokol kesehatan, juga tuntaskan Vaksin. Jangan bandel, karena nyawa kita lebih penting dari materi apapun,” pungkas CEO & Founder Law Firm Togar Situmorang yang berkantor di Jalan Gatot Subroto Timur Nomor 22 Denpasar Timur, Jalan Kemang Selatan Raya Nomor 99 Gedung Piccadilly, Jakarta, Jalan Terusan Jakarta Nomor 181, Ruko Harmoni, Kav 18, Antipani, Kota Bandung, Jalan Pengalengan Raya Nomor 355, Kabupaten Bandung, Jawa Barat dan Jalan Prof IB Mantra Gg Melati Banjar Gumecik, Ketewel, Bali ini. (KI-01)

Check Also

‘Green Cherry Restaurant’, Restoran Fusion Mediterania Asia Pertama yang Dibuka Saat PPKM

Labuan Bajo (KitaIndonesia.Com) – Pandemi Covid-19 yang berkepanjangan, membuat dunia usaha kelimpungan. Bahkan banyak pengusaha …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *