Home / Nusantara / 9 Mahasiswa dari ‘Zona Merah’ Dikarantina di Labuan Bajo
Agustinus Mangiradja (kitaindonesia.com/itho umar)

9 Mahasiswa dari ‘Zona Merah’ Dikarantina di Labuan Bajo

Labuan Bajo (KitaIndonesia.Com) – Sembilan (9) mahasiswa yang baru datang dari Bali, Surabaya dan Lombok, tiba di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (11/4/2020). Mereka tiba di Labuan Bajo setelah menempuh perjalanan menggunakan kapal ferry.

Mengingat mereka baru datang dari ‘zona merah’ Covid-19, kesembilan mahasiswa ini langsung dikarantina di salah satu bangunan milik Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Manggarai Barat, yang terletak berdekatan dengan GOR Labuan Bajo.

Ketua Tim Gugus Tugas Bidang Pemulihan dan Layanan Dasar Satuan Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Kabupaten Manggarai Barat, Agustinus Mangiradja, menjelaskan, proses karantina kesembilan mahasiswa dalam perjalanan ini akan berlangsung selama 14 hari. Mereka akan dipantau selama masa karantina berlangsung.

“Total yang dikarantina sembilan orang, dengan masa karantina masing-masing 14 hari terhitung dari tanggal masuk,” jelas Agustinus, di Labuan Bajo, Selasa (14/4/2020).

Dari kesembilan mahasiswa ini, satu orang berasal dari Kecamatan Sano Nggoang. Sisanya delapan orang masing-masing dari Kecamatan Kuwus, Welak dan Pacar.

“Semuanya mahasiswa dari Bali dan Surabaya, daerah ‘zona merah’ Covid-19,” ujar Agustinus.

Ia menjelaskan, orang yang dikarantina merupakan pelaku dalam perjalanan dari daerah ‘zona merah’ yang telah direkomendasikan oleh berbagai pihak.

“Kami di sini hanya terima dari rekomendasi Tim KKP, Syahbandar dan hasil rekomendasi dari Dinas Kesehatan Manggarai Barat. Teman-teman yang di Bagian Pencegahan dan Penanganan punya indikator tersendiri. Begitu ada indikasi, mereka informasikan kepada kami. Prinsipnya, kami siap menerima jika ada rekomendasi dari tim-tim tersebut,” papar Agustinus.

Ia menambahkan, saat ini pihaknya masih kesulitan untuk pengadaan sarana dan prasarana penunjang di rumah karantina. Seperti tempat tidur, kasur dan peralatan mandi. Hal ini dikarenakan banyak toko yang menjual peralatan tersebut sudah tutup.

“Kita kesulitan dalam pengadaan tempat tidur dan peralatan mandi. Yang paling mendasar tempat tidur, kasur dan peralatan mandi,” urainya.

Selain gedung milik Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, Pemkab Manggarai Barat juga menyediakan GOR Labuan Bajo sebagai lokasi karantina. Saat ini untuk penggunaan GOR Labuan Bajo sebagai tempat karantina sedang dalam proses menyiapkan berbagai sarana dan fasilitas pelengkap. Daya tampung GOR Labuan Bajo diperkirakan mencapai 100 orang lebih. (KI21)

Check Also

Sebanyak 6.619 Jiwa Terdampak Banjir di Pekalongan

Jakarta (KitaIndonesia.Com) – Hujan dengan intensitas tinggi terjadi di Kabupaten Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah, sejak …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *