Home / Peristiwa / Nasional / 75 Tahun Indonesia Merdeka, Togar Situmorang: Masih Banyak PR yang Harus Diselesaikan
Advokat senior, Togar Situmorang, SH, MH, MAP. (istimewa)

75 Tahun Indonesia Merdeka, Togar Situmorang: Masih Banyak PR yang Harus Diselesaikan

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2020 ini cukup berbeda dari sebelumnya. Hal ini terjadi karena Indonesia masih dilanda pandemi Covid-19.

“Mari kita menyambut hari yang sangat istimewa ini dengan tetap menjaga jarak sebagaimana anjuran pemerintah. Hal ini sangat penting guna memutus mata rantai penyebaran dan mengurangi risiko penularan Covid-19,” kata advokat senior yang juga pengamat kebijakan publik, Togar Situmorang, SH, MH, MAP, di Denpasar, Minggu (16/8/2020).

Menurut dia, meskipun peringatan 75 tahun Kemerdekaan Indonesia kali ini sedikit berbeda, namun hal tersebut diharapkan tidak mengurangi makna dari momentum besar bangsa ini. Momentum 75 tahun silam, di mana para pemimpin bangsa berkumpul dan Ir Soekarno bersama Muhammad Hatta menyatakan Kemerdekaan Indonesia yang ditandai dengan pembacaan Naskah Proklamasi, tentu sangat penting untuk dimaknai.

“Momentum itu mengingatkan bangsa Indonesia pada sejarah perjuangan Pahlawan Bangsa yang rela mengorbankan jiwa dan raganya demi Kemerdekaan Indonesia. Selain itu, serangkaian kejadian pada masa sebelum Proklamasi, mengajarkan bangsa Indonesia untuk senantiasa bersyukur atas nikmat kemerdekaan dan dapat terbebas dari penjajahan negara lain,” ujarnya.

Saat ini, lanjut Togar Situmorang, Indonesia sudah menginjak umur yang sangat dewasa. Usia 75 tahun sudah cukup matang bagi sebuah bangsa.

“Namun demikian, masih banyak persoalan bangsa yang sampai saat ini tetap menjadi pekerjaan rumah (PR), bahkan menjadi polemik yang tak kunjung usai,” kata advokat yang masuk dalam Tim 9 Investigasi Komnaspan RI ini.

Beberapa persoalan yang sekarang dihadapi oleh bangsa Indonesia, lanjut Togar Situmorang, seperti terkait kesejahteraan bangsa, tingkat pengangguran yang semakin tinggi, masalah pendidikan, perekonomian menurun hingga persoalan hukum.

“Saya pribadi sebagai seorang advokat menilai bahwa di masa Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-75 ini, penegakan hukum masih dirasa belum sepenuhnya maksimal. Law inforcement belum bisa direalisasikan dan diaplikasikan dalam praktik-praktik dengan baik, bahkan cenderung semakin ‘kacau’ dalam penegakannya serta menimbulkan kegaduhan yang luar biasa di negara hukum ini,” tegas Ketua Hukum RS dr Moedjito Dwidjosiswojo Jombang, Jawa Timur ini.

Para penegak hukum, kata Togar Situmorang, cenderung mengabaikan rasa keadilan dan menggunakan instrumen hukum sebagai alat kekuasaan, baik bagi penguasa atau bagi golongan-golongan masyarakat tertentu yang mempunyai kekuatan, baik finansial, jabatan, relasi, dan kekuatan lainnya.

“Jadi, apa sebenarnya yang terjadi dengan bangsa ini setelah 75 tahun merdeka, tetapi belum sepenuhnya penegakan hukum mencerminkan hukum sebagai panglima? Pada kenyataannya, hukum sebagai panglima tidak dapat dilaksanakan dan dirasakan dengan baik, bahkan justru tidak sesuai dengan harapan law for justice,” tandas Ketua Pengurus Kota Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (Pengkot POSSI) Kota Denpasar itu.

Persamaan hukum (equality before the law) bagi masyarakat, demikian Togar Situmorang, masih hanya dalam angan-angan. Hal itu tercermin dengan masih adanya diskriminasi, kriminalisasi, dan sebagainya.

“Mari kita berbenah diri atas semua kesulitan maupun masalah yang ada di negeri ini. Makna kemerdekaan Indonesia tentu tidak hanya sekadar kalimat kosong tanpa arti. Di dalamnya terdapat sejarah panjang penuh perjuangan tanpa henti,” ajak Togar Situmorang.

“Dari sini, kita sebagai masyarakat Indonesia pastinya diperingatkan bahwa sebuah perjuangan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh pasti akan mendapatkan hasil yang memuaskan. Kami dari Law Firm Togar Situmorang mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesia. Merdeka!” pungkas Founder dan CEO Firma Hukum di Law Firm Togar Situmorang yang beralamat di Jalan Tukad Citarum Nomor 5A Renon, Denpasar (pusat), dan Cabang Denpasar di Jalan Gatot Subroto Timur Nomor 22 Kesiman, Denpasar serta Cabang Jakarta di Gedung Piccadilly Room 1003-1004, Jalan Kemang Selatan Raya Nomor 99, Jakarta Selatan, ini. (KI-01)

Check Also

Komnas HAM Panggil Pimpinan KPK dan BKN, Hendardi: Itu Mengada-ada

Jakarta (KitaIndonesia.Com) – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) memanggil pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *