Home / Peristiwa / Nasional / 72 Persen Masyarakat Tak Peduli Sampah, KLHK: Kurangi Pakai Kantong Kresek!

72 Persen Masyarakat Tak Peduli Sampah, KLHK: Kurangi Pakai Kantong Kresek!

Labuan Bajo (KitaIndonesia.Com) – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia menyebut, sekitar 72 persen masyarakat Indonesia tidak peduli dengan sampah. Akibatnya, setiap hari sampah terus menumpuk, tak terkecuali sampah plastik.

“72 persen masyarakat kita tidak perduli sampah. Ayo! Mulai hari ini kita kurangi pakai kantong kresek. Bawa kantong sendiri,” kata Kasubdit Barang dan Kemasan KLHK RI, Ujang Solihin Sidik, saat tampil sebagai salah satu panelis dalam diskusi panel di Gedung D’Aj Hall, Komplek SMAK St Ignatius Loyola, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pekan lalu.

Diskusi panel ini merupakan rangkaian kegiatan Pojok Literasi Peduli Sampah yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia bekerja sama dengan pemerintah Kabupaten Manggarai Barat. Literasi peduli sampah kepada publik ini difokuskan kepada kalangan milenial Labuan Bajo.

Selain mengurangi penggunaan bahan plastik, dalam diskusi tersebut Ujang Solihin juga mendorong masyarakat mengambil peran nyata untuk mengurangi sampah. Hal tersebut diyakini akan mengurangi sampah secara signifikan.

“Kami mendorong masyarakat untuk ikut mengambil peran nyata yaitu dengan 3R, Reduce, Reuse, Recycle, dalam mengurangi sampah,” ajak Ujang Solihin, dalam diskusi panel yang dipandu oleh Kadiskominfo Kabupaten Manggarai Barat Dominikus Damsut, itu.

Panelis lainnya yang dihadirkan dalam diskusi panel ini adalah Didi Kaspi Kasim, Editor in Chief National Geographic serta Abdul Jangkung, Wakil Koordinator Laskar Peduli Sampah Kota Labuan Bajo. Dalam paparannya, Didi Kaspi Kasim mengajak peserta untuk lebih memilih bumi dibanding sampah. Ia juga meminta peserta untuk melakukan kebaikan demi planet ini.

“Yuk! Mulai dari hari ini, berfikir untuk kebaikan planet tercinta! Pilih plastik atau bumi? Give an impact to society,” ujar Didi Kaspi Kasim.

Diketahui, Pojok Literasi ini diadakan sebagai aktivasi komunikasi publik dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional 2020. Sebanyak 150 milenial antusias mengikuti Pojok Literasi ini.

Pojok Literasi tersebut dibuka oleh Sekda Manggarai Barat Ismail Surdi. Dalam pemaparannya, Ismail mengatakan pemerintah Manggarai Barat menyambut baik dukungan semua kementerian terhadap Labuan Bajo. Termasuk di antaranya untuk menciptakan Labuan Bajo yang bersih.

“Kami bersama-sama kementerian dan lembaga bersinergi menciptakan Labuan Bajo sebagai kota yang bersih,” ucapnya.

Ismail juga mengapresiasi tumbuhnya kelompok masyarakat yang mendorong membersihkan sampah di Labuan Bajo. Dikatakan, apabila masyarakat sudah mendukung maka itu artinya masyarakat sudah semakin mencintai kota ini.

Sementara Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kementerian Komunikasi dan Informatika Septriana Tangkary, memaparkan pandangan pemerintah terhadap milenial sebagai penggerak yang berpotensi dalam peduli sampah.

“Anak-anak muda jangan ragu. Kalau ada sampah, kita angkat, buang ke tempatnya. Karena anak-anak muda inilah penggeraknya,” tegas Septriana. (KI4)

Check Also

Rencana Bali Dibuka Bagi Wisman, Jamaruli Manihuruk: Petugas Imigrasi Selalu Siap di Lapangan

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Pemerintah berencana membuka pintu bagi kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) ke Indonesia. Sebagai …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *