Home / Nusantara / 52 Meteran Listrik Prabayar Dipasang di TPI Labuan Bajo
Pemasangan meteran listrik prabayar di TPI Labuan Bajo. (kitaindonesia.com/itho umar)

52 Meteran Listrik Prabayar Dipasang di TPI Labuan Bajo

Labuan Bajo (KitaIndonesia.Com) – Sebanyak 52 meteran listrik prabayar dipasang di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (25/4/2020). Pemasangan tersebut dilakukan oleh Unit Layanan Pelanggan PLN Labuan Bajo, sesuai permintaan Pemkab Manggarai Barat melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan.

Menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Manggarai Barat Yeremias Ontong, ke-52 meteran listrik tersebut dipasang di sejumlah titik di TPI Labuan Bajo. Di antaranya di kios pedagang, gudang, los TPI, Pos Pelayanan TPI, Musholla serta Sistem Penyaluran Distribusi Nelayan (SPDN).

“Puluhan meteran listrik prabayar itu dipasang untuk meningkatkan pelayanan di TPI Labuan Bajo,” jelas Yeremias.

Sebelumnya, kata dia, para pedagang di TPI Labuan Bajo menggunakan meteran listrik pascabayar. Karena para pedagang selalu menunggak pembayaran tagihan, PLN akhirnya melakukan pemutusan arus listrik

“Manakala jatuh tempo setiap tanggal 15 tidak dibayar, maka PLN memutuskan arus. Selama ini begitu, dan kami berusaha membantu untuk membayar. Tetapi karena terlalu besar, tentu kami tidak bisa bayar lagi,” papar Yeremias.

Sebagai solusinya, lanjut dia, pemerintah memutuskan memasang meteran listrik prabayar. Menurut rencana, seluruh meteran listrik prabayar itu selesai terpasang pada Minggu (26/4/2020).

“Dengan adanya meteran prabayar, maka pelayanan akan semakin baik. Teman-teman pedagang juga dapat menggunakan listrik sesuai pemakaian. Mereka tidak lagi saling mengharapkan satu sama lain untuk membayar listrik seperti selama ini,” ujar Yeremias.

Khusus untuk para pedagang yang masih menunggak pembayaran tagihan listrik, untuk sementara waktu tidak mendapatkan arus listrik meskipun sudah dipasang meteran baru. Mereka baru bisa memanfaatkan fasilitas tersebut setelah melunasi tunggakan.

“Kami sudah putuskan untuk teman-teman yang belum membayar, kami tidak nyalakan hingga mereka melunasi utangnya dulu,” ucapnya, sembari berharap agar mereka yang masih menunggak bisa segera melunasi kewajibannya.

Tunggakan Rp52 Juta

Sementara itu Kepala Seksi Pemberdayaan Nelayan dan Pengelolaan TPI Yoseph Tala, mengaku bersyukur dan berterima kasih atas bantuan pemerintah ini. Ia berharap, para pedagang dapat mengontrol pemakaian listrik sehingga dapat membayar dengan kemampuan masing-masing.

Diakuinya, PLN sebelumnya memutuskan layanan listrik ke TPI Labuan Bajo, lantaran masih ada tunggakan pembayaran listrik oleh para pedagang. Dari data yang ada, sebanyak 49 pedagang yang belum melunasi tagihan dengan total tagihan Rp 52.842.000.

“Tunggakan itu terhitung dari Desember 2019 hingga Maret 2020. Hal itu terjadi karena para pelanggan merasa jumlah tagihan listrik tidak sesuai dengan pemakaian,” beber Tala.

Secara terpisah, para pedagang di TPI Labuan Bajo mengaku senang dengan pemasangan meteran listrik prabayar ini. Sebab mereka bisa mengatur sendiri pemakaian listrik.

“Pulsanya kami tanggung sendiri, jadi bisa atur. Kami rasa lebih praktis, karena di rumah juga kami pakai begitu,” kata Hasanuddin, 55, salah seorang pedagang di TPI Labuan Bajo. (KI21)

Check Also

Ajak Masyarakat Vaksin dan Jaga Imun, Togar Situmorang: Jangan Remehkan Virus Corona!

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Hampir dua tahun dunia dirundung bencana wabah virus corona. Virus yang berasal …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *