Home / Hukum / 5 Kali Somasi dan Sekali Mediasi, Muhaji: Di Mana Keadilan untuk Saya?
Pihak Muhaji saat melakukan penyegelan lahan miliknya. (istimewa)

5 Kali Somasi dan Sekali Mediasi, Muhaji: Di Mana Keadilan untuk Saya?

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Muhaji, pemilik lahan sekaligus pemegang sertifikat hak milik (SHM) 11392 lahan yang berlokasi di Jalan Batas Dukuh Sari Gang Kaswari Nomor 12 Sesetan, Denpasar Selatan, terus mencari keadilan. Ia memperjuangkan hak atas lahan miliknya, yang masih ditempati oleh seseorang bernama Hendra dan keluarganya.

Berbagai upaya telah dilakukan Muhaji, namun semuanya sia-sia. Bahkan yang terakhir, ketika melakukan penyegelan atas lahan miliknya, Muhaji justru dituduh melakukan tindakan penyekapan terhadap keluarga Hendra. Tuduhan ini pun dibantah keras oleh Muhaji (Baca: Gaduh Kasus Penyegelan di Sesetan, Muhaji: Tak Ada Preman, Tidak Ada Penyekapan!)

Menurut dia, dirinya sudah cukup sabar dalam memperjuangkan haknya. Namun pihak Hendra dan keluarga tetap bertahan dan tidak mau meninggalkan lokasi.

“Di mana letak keadilan untuk saya dan keluarga? Di mana letak keadilan di negeri ini?” keluh kesah Muhaji, saat ditemui wartawan di Denpasar, Sabtu (3/10/2020).

Upaya Mediasi

Muhaji lalu membeberkan berbagai upaya yang telah dilakukannya selama ini. Pada tanggal 20 Mei 2020 misalnya, telah dilakukan upaya mediasi antara dirinya dengan pihak Hendra. Dalam mediasi yang berlangsung di Aula Kumdam IX/ Udayana itu, Muhaji berharap Hendra dan keluarga bisa meninggalkan lahan miliknya.

“Saya bahkan memberikan tawaran serta memberikan bantuan, misalnya Hendra dan keluarga dapat membeli tanah dan bangunan yang dia tempati dari saya dengan harga yang wajar. Opsi lainnya, saya beritikad baik memberikan kompensasi kepada Hendra sebesar Rp 80.000.000 jika mereka bersedia mengosongkan dan meninggalkan rumah yang dia tempati. Opsi ketiga, saya juga bersedia mencarikan dan membayar kontrakkan lain untuk tempat tinggal Hendra dan keluarganya dengan nilai harga maksimal Rp 80.000.000,” beber Muhaji.

Sayangnya itikad baik Muhaji ini sepertinya sia – sia. Mediasi yang dilakukan tersebut juga tidak membuahkan hasil menggembirakan.

“Bayangkan, saya sudah ada itikad baik demikian, namun tetap saja saya tidak diberikan hak saya. Tambah parah lagi, saya malah difitnah tak hentinya-hentinya, yang membuat beban secara psikis untuk saya dan keluarga,” keluh Muhaji.

Somasi Diabaikan

Mencermati sikap Hendra dan keluarga seperti ini, Muhaji tak putus asa. Ia lantas meminta bantuan Seksi Bantuan dan Nasehat Hukum, Hukum Daerah Militer (Kumdam) IX/ Udayana. Dari Kumdam IX/ Udayana lalu melayangkan somasi kepada Hendra dan keluarga sebanyak tiga (3) kali. Sayangnya, ketiga somasi tersebut tidak dihiraukan.

Bukan itu saja, Muhaji juga meminta bantuan kepada kuasa hukumnya, Togar Situmorang, SH, MH, MAP. Law Firm Togar Situmorang pun sudah mengirimkan somasi sebanyak dua (2) kali kepada pihak Hendra, namun juga tidak diindahkan.

“Saya juga sudah pernah dua kali mensomasi yang bersangkutan melalui kuasa hukum saya untuk angkat kaki dari lahan saya, tapi rupanya dia tetap kekeh,” ucapnya.

Penyegelan, Bukan Penyekapan

Sekali mediasi dan lima kali somasi tak membuahkan hasil, Muhaji pun melakukan penyegelan, Jumat (2/10/2020). Proses penyegelan sempat mendapat protes dari beberapa anggota keluarga Hendra, yang kebetulan berada di dalam rumah. Namun, Muhaji telah mempersilahkan mereka untuk ke luar dan meninggalkan lahan tersebut.

“Mereka sempat protes, tapi saya sudah suruh mereka untuk ke luar. Bahkan mereka mengancam saya mau dilaporkan. Saya sudah memberikan himbauan untuk meninggalkan tempat itu, namun Hendra sekeluarga sengaja masuk ke dalam rumah. Sehingga menimbulkan kesan bahwa saya telah melakukan penyekapan. Padahal yang saya inginkan adalah permasalahan ini bisa diselesaikan dengan baik-baik, namun Hendra tidak mau,” ujarnya.

“Saya menekankan bahwa saya ke sana dengan inisiatif sendiri, karena sudah sangat kesal dengan Hendra yang tidak memberikan tanggapan apapun atas upaya persuasif selama ini. Saya ke sana sama sekali tidak melakukan aksi premanisme, dan saya ke sana bersama istri serta kerabat saya, tanpa mengajak preman satu pun,” imbuh Muhaji.

Ia juga menegaskan bahwa, kasus ini tidak ada sangkut pautnya dengan pihak-pihak lain. Apalagi, Muhaji merasa tidak pernah ada persoalan dengan orang lain.

“Saya hanya menuntut hak saya sebagai warga negara, selaku pemegang sertifikat atas lahan saya,” tandasnya. “Saya juga sudah pernah cek IMB-nya di dinas terkait, tapi tidak ada izinnya, lantas saya harus bagaimana?” pungkas Muhaji. (KI-01)

Check Also

Dugaan Pelecehan Seksual Terhadap Mahasiswi, Togar Situmorang: Tindak Tegas Oknum Dosen Mesum!

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Kasus dugaan pelecehan seksual oleh oknum dosen berinisial W terhadap seorang mahasiswi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *