Home / Nusantara / 421 Ekor Hewan Kurban di Mabar, Ney Asmon: Semuanya Sehat dan Layak Potong
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Manggarai Barat drh Theresia Primadona Asmon melakukan pemeriksaan sapi bantuan pemerintah yang diserahkan langsung oleh Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi di Masjid Almutaqin, Palis, Nangalili. (istimewa)

421 Ekor Hewan Kurban di Mabar, Ney Asmon: Semuanya Sehat dan Layak Potong

Labuan Bajo (KitaIndonesia.Com) – Sebanyak 421 ekor hewan kurban dipotong untuk perayaan Idul Adha di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur, Selasa 20 Juli 2021. Rinciannya 220 ekor sapi, 2 kerbau dan 199 ekor kambing.

Menurut Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Manggarai Barat drh Theresia Primadona Asmon, ratusan hewan kurban tersebut tersebar di 68 Masjid dan 2 Mushola yang ada di Manggarai Barat.

“Semula rencananya hanya 52 Masjid yang melaksanakan pemotongan hewan kurban. Namun di lapangan ternyata ada 68 Masjid dan 2 Mushola yang melaksanakan pemotongan hewan kurban,” jelas Ney Asmon, di Labuan Bajo, Rabu 21 Juli 2021.

Terkait pemotongan hewan kurban ini, pihaknya mengerahkan tim yang terdiri dari 13 orang dokter dan 61 orang pegawai. Masing-masing tim terdiri dari dua orang.

“Kita mengerahkan tim sebanyak 61 orang pegawai dan 13 orang dokter hewan, yang kita sebar ke setiap Masjid dan Mushola yang melakukan pemotongan hewan kurban,” paparnya.

Para dokter dan petugas ini dikerahkan untuk memastikan bahwa hewan kurban sehat dan layak potong. Berdasarkan laporan tim, demikian Ney Asmon, seluruh hewan kurban tersebut dinyatakan sehat.

“Petugas kita melakukan pemeriksaan fisik ternak (ante mortem). Jika sehat direkomedasikan untuk dipotong. Tim juga melakukan pemeriksaan organ (post mortem) setelah hewan disembelih,” urai dokter hewan jebolan IPB ini.

“Dari semua hewan yang dikurbankan, semuanya sehat dan layak potong. Penemuan di organ hanya ada cacing hati atau fasciola pada satu ekor sapi, dan dokter hewan hanya mengafkir bagian yang rusak. Selebihnya sehat,” imbuh Ney Asmon.

Ia menjelaskan, hewan kurban yang akan disembelih memang harus sehat dan telah diperiksa kesehatannya maksimal 24 jam sebelum dipotong. Khusus untuk hewan yang diduga sakit, harus dipisahkan untuk diperiksa lebih lanjut guna memastikan penyakitnya.

“Jika hewan tersebut sakit atau tampak sakit, maka tidak baik untuk dipotong karena dagingnya akan menimbulkan gangguan kesehatan pada yang memakannya. Hanya hewan yang sehat yang baik atau boleh disembelih,” tegas Ney Asmon.

Sementara itu dari data pada Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Manggarai Barat, jumlah hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 2021 ini jauh lebih banyak dari tahun sebelumnya.

“Tahun ini lebih banyak. Kalau tahun lalu jumlah hewan kurban hanya 206 ekor sapi, 1 ekor kerbau dan 190 ekor kambing,” pungkas Ney Asmon, seraya menyampaikan ucapan ‘Selamat Idul Adha bagi seluruh umat Muslim di Manggarai Barat’. (KI-01)

Check Also

Ajak Masyarakat Vaksin dan Jaga Imun, Togar Situmorang: Jangan Remehkan Virus Corona!

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Hampir dua tahun dunia dirundung bencana wabah virus corona. Virus yang berasal …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *