Home / Nusantara / 11 Kasus Positif Covid-19 di Manggarai Barat, Bupati Minta Masyarakat Tak Panik
Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch Dula. (istimewa)

11 Kasus Positif Covid-19 di Manggarai Barat, Bupati Minta Masyarakat Tak Panik

Labuan Bajo (KitaIndonesia.Com) – Hasil pemeriksaan sampel Swab di laboratorium RSUD Prof WZ Johannes Kupang pada tanggal 12 Mei 2020, menunjukkan bahwa 9 (sembilan) sampel rujukan dari RSUD Komodo Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, dinyatakan positif Covid-19. Dari sembilan sampel rujukan RSUD Komodo tersebut, delapan di antaranya berasal dari cluster Gowa, Sulawesi Selatan dan satu lainnya dari cluster Magetan, Jawa Timur.

Dengan penambahan tersebut, maka total kasus positif Covid-19 di Manggarai Barat menjadi 11 orang. Sebelumnya, 2 (dua) orang dari cluster Gowa terlebih dahulu dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan Swab.

Adanya penambahan sembilan kasus positif baru ini dibenarkan oleh Ketua Tim Media Center Covid-19 Kabupaten Manggarai Barat, Florianus Riyan Gampar, melalui keterangan tertulis di Labuan Bajo, Rabu (13/5/2020).

“Hingga saat ini total data hasil pemeriksaan Lab Swab yang terkonfirmasi Covid-19 yang diterima Pemkab Manggarai Barat adalah sejumlah 11 orang, dari total 26 sampel Swab yang telah dikirim untuk diperiksa,” jelasnya.

Ditambahkan, dengan terkonfirmasinya penambahan kasus baru ini, maka Pemkab Manggarai Barat juga telah melakukan tracing (melacak) riwayat interaksi sosial kesembilan pasien ini. Tak hanya dengan masyarakat, tracing juga dilakukan terhadap aparatur pemerintahan desa serta tenaga kesehatan puskesmas yang sempat menangani kesembilan pasien tersebut sesuai SOP.

Dikonfirmasi secara terpisah, Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dula meminta masyarakat di ujung barat Pulau Flores itu agar tak panik terkait penambahan jumlah kasus positif Covid-19 ini. “Kita tidak harus panik menerima kenyataan itu,” ucapnya.

Dengan penambahan kasus ini, bupati Manggarai Barat dua periode itu yakin, ke depan proses sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat akan semakin mudah. Sebab kesulitan selama ini, masih banyak masyarakat menganggap remeh wabah ini.

“Penambahan kasus ini akan memudahkan kita melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Karena memang sampai saat ini perilaku masyarakat tidak menunjukkan sikap pertobatan, selalu merasa diri tidak terkena penyakit atau virus corona,” ujar Dula, yang juga ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Manggarai Barat.

Khusus kepada para petugas di lapangan, Dula meminta agar terus melaksanakan tugas yang telah ditetapkan dalam Gugus Tugas. Para petugas bahkan diinstruksikan untuk menindak tegas bagi yang melanggar arahan atau imbauan pemerintah terkait protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Koordinasi lapangan dalam rangka pengawasan wilayah harus berjalan dengan baik. Yang melanggar, diambil tindakan tegas. TNI-Polri tetap berdiri paling depan dalam pengendalian lapangan di tiap chek point, termasuk rumah ibadah,” tandas Dula. (KI21)

Check Also

Hari Laut Sedunia, Escape Bajo Bersama Komodo Escape Gelar Aksi Bersihkan Sampah di Pantai dan Laut

Labuan Bajo (KitaIndonesia.Com) – Escape Bajo bersama Komodo Escape akan menggelar aksi bersihkan sampah di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *