Home / Peristiwa / Nasional / 102 Orang Meninggal Dunia Karena Corona, Paling Banyak di Jakarta
Ahmad Yurianto. (istimewa)

102 Orang Meninggal Dunia Karena Corona, Paling Banyak di Jakarta

Jakarta (KitaIndonesia.Com) – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menyebut, total kasus positif Covid-19 di Indonesia sebanyak 1.155 kasus hingga tanggal 28 Maret 2020. Dari total kasus ini, 102 orang meninggal dunia dan 59 orang di antaranya sembuh.

Dari total kasus tersebut, sebagaimana keterangan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, di Graha BNPB, Jakarta, Sabtu (28/3/2020), kasus positif corona paling banyak tercatat di Provinsi DKI Jakarta dengan 627 kasus, dengan jumlah yang meninggal dunia sebanyak 62 orang.

Selanjutnya di Jawa Barat ada 17 orang meninggal dunia dari 119 kasus; Jawa Tengah 7 orang meninggal dari 55 kasus; Jawa Timur 4 orang meninggal dari 77 kasus; Banten 4 orang meninggal dari 103 kasus; Bali 2 orang meninggal dari 9 kasus; DI Yogyakarta 2 orang meninggal dunia dari 22 kasus, serta masing-masing satu orang meninggal di Kepulauan Riau (dari 5 kasus), Sumatera Selatan (dari 2 kasus), Sumatera Utara (dari 8 kasus) dan Sulawesi Selatan (dari 33 kasus).

Menurut Yurianto, ada satu provinsi yang baru terdapat kasus positif corona, yakni Kalimantan Utara. Pihaknya menerima laporan ada dua kasus di daerah yang berbatasan dengan Malaysia itu.

“Terdapat satu provinsi yang kembali terdapat kasus positif yakni Kalimantan Utara, dengan dua kasus,” papar Yurianto.

Ia menyebut, dengan terus bertambahnya kasus positif corona, maka hal itu menunjukkan bahwa masih ada penularan di tengah masyarakat. Kontak dekat adalah faktor utama pertambahan jumlah kasus Covid-19 di Tanah Air.

“Ada kontak dekat yang terjadi dengan kasus ini, sehingga mengakibatkan penularan kemudian memunculkan angka pasien sakit,” ujar Yurianto.

Mencermati hal tersebut, pemerintah mengajak masyarakat untuk bersama-sama memutus rantai penularan virus dengan mematuhi anjuran menjaga jarak aman minimum 1,5 meter.

Dalam jarak itu, potensi penularan dari orang ke orang lainnya sangat besar, terutama melalui percikan ludah (droplets) pada saat orang yang terinfeksi batuk atau bersin kemudian mengenai orang yang sehat.

“Mari kita patuhi bersama, hindari kontak dekat. Jaga jarak pada saat melakukan komunikasi sosial dengan siapapun, baik di rumah maupun di luar rumah,” ajak Yurianto. (KI15)

Check Also

Gempa Sulbar, BNPB Serahkan Bantuan Sebesar Rp4 Miliar

Jakarta (KitaIndonesia.Com) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyerahkan bantuan awal untuk operasional kebutuhan pokok …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *