Home / Sains & Tekno / 10 Keahlian Digital bagi Para Entrepreneur
Ilustrasi Gerakan Digital (Ist)

10 Keahlian Digital bagi Para Entrepreneur

Biak (KitaIndonesia.Com) – Luasnya dunia digital membuat kita bisa mendapat kesempatan untuk mempelajari banyak hal. Untuk bersaing di era digital pun kita perlu untuk menguasai berbagai fitur yang ada dengan digital skills. Fendi sebagai founder dari Superstar Community Indonesia mengatakan, digital skills penting karena teknologi masa kini mengubah segalanya termasuk kebiasaan masyarakat.

Digital skills adalah tingkat minimum keterampilan digital yang diperlukan. Tujuannya agar teknologi digital aman untuk mengakses manfaat yang dapat diberikannya. Bahkan dari smartphone saja terdapat banyak sekali fitur yang bisa dimanfaatkan.

“Untuk yang statusnya masih menjadi pekerja dan ingin terjun menjadi seorang entrepreneur pun bisa dengan digital skills. Karena dunia sudah berubah menjadi digital,” ungkap Fendi dalam Webinar Literasi Digital di Kabupaten Biak Numfor, Papua, Selasa (21/9/2021).

Dengan demikian, kita bisa melakukan bisnis di mana pun dan kapan pun di seluruh dunia. Menurut Fendi, ide berbisnis bukanlah hal tersulit, tetapi eksekusi menjadi hal yang paling sulit dalam bisnis. Ia mengatakan, terdapat sepuluh digital skills yang dibutuhkan untuk menjadi seorang entrepreneur atau pebisnis.

1. Komunikasi

Pentingnya memiliki komunikasi karena sebagai keterampilan yang wajib dimiliki sebagai entrepreneur. Hal ini karena kita perlu menjelaskan ide bisnis berulang kali kepada investor dan mempromosikan produk atau jasa ke pelanggan baik secara lisan atau melalui copywriting.

  1. Keuangan

Menguasai dan meningkatkan kecerdasan finansial agar bisnis tidak keluar jalur dan gulung tikar. Kasus semacam ini biasanya terjadi ketika bisnis tersebut sudah tidak memiliki modal lagi untuk promosi.

“Hal yang paling basic atau fundamental yang bisa saya sharingkan ialah membedakan akun rekening pribadi dan bisnis. Apalagi untuk UMKM karena akan membuat keuangan tercampur. Penting untuk kita belajar cara mengelola keuangan,” jelasnya.

  1. Branding

Fendi mengatakan, setiap bisnis pasti memiliki branding. Contoh pada platform Facebook yang dipengaruhi Foundernya. Jadi, cara kita berbicara, menulis pesan, membalas email, atau bahkan memperkenalkan diri adalah sebuah branding. Cara self branding menurut Fendi dapat dilakukan dengan membaca dan mempelajari banyak, serta memahami diri sendiri. Membuat visi dan misi dalam kehidupan kita.

  1. MarketingIni menjadi aspek paling penting dalam bisnis. Jika diibaratkan, kita bisa membangun produk terbaik di dunia tetapi tanpa marketing itu tidak akan berguna. Di era ini kita bisa mempelajari marketing digital dengan membuat SEO, marketing konten, copywriting, dan lainnya. Kita juga perlu memahami dan mengidentifikasi keinginan target audiens.
    1. Networking

    Era digital dikenal dengan era kolaborasi. Membangun networking membuka kesempatan kita untuk berkolaborasi dengan banyak orang. Menurutnya, jaringan adalah kekayaan. Kita bisa membentuk lingkaran pertemanan dengan orang yang memiliki satu visi dan satu misi.

    1. Automatisasi

    Automatisasi membuat segala sesuatunya menjadi efisien, karena pekerjaan tersebut bisa dilakukan oleh software. Tujuannya untuk memaksimalkan efisiensi jalur kerja dan kebiasaan digital.

    1. Design

    Design menjadi pembeda antar produk satu dan lainnya. Design tidak hanya berbicara mengenai tampilan, tetapi juga fungsi dari design tersebut. Kita bisa mulai membangun prototype design sebelum mulai berbisnis atau meluncurkan produk.

    1. Analisis

    Kita perlu mempelajari data di era big data. Dengan data kita bisa membuat keputusan yang benar. Jangan mengambil keputusan hanya karena kita menyukai suatu hal. Kita juga bisa membaca tren dengan data yang ada.

    1. Teknologi

    Mempelajari coding untuk membangun website. Di era teknologi serba digital, berbelanja online sudah menjadi kebiasaan. Di masa yang akan datang pun, banyak orang yang membutuhkan keterampilan coding.

    1. Self Education

    Tanpa self education atau mengedukasi diri sendiri bisa memperluas wawasan kita. Gunanya untuk membuka berbagai perspektif dalam berbisnis. Misalnya, dengan membaca buku.

    Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Biak Numfor, Papua, Selasa (21/9/2021) juga menghadirkan pembicara, Adinda Atika (VP Business Development), Jeanifer Rachel Olivia Taidi (Owner Cafe Jilid 2 Kopi dan Coffee Stree Bungkoez), dan Ainun Auliah (Key Opinion Leader).

    Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

    Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital. (KI7)

Check Also

Pentingnya Menjaga Rekam Jejak Digital Positif

Mataram (KitaIndonesia.Com)– Hampir seluruh aspek kehidupan manusia saat ini terpengaruh oleh teknologi digital. Majunya teknologi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *